Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 5 Juli 2024 - Tawar Menawar dengan Tuhan

Bacaan ayat: Kejadian 18:32 (TB) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?"

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 5 Juli 2024 - Tawar Menawar dengan Tuhan

Bacaan ayat: Kejadian 18:32 (TB) Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Setiap hari kita melakukan transaksi tawar menawar dalam kehidupan. Bermula di pagi hari, pergi berbelanja, yang dilakukan tawar menawar. Memang tidak terlihat, namun pasti.

Dalam hati setiap kali memilih sayuran yang hendak dibeli, paling tidak akan memperkirakan harganya.

Jika dirasakan cocok, maka transaksi terjadi. Jika dimungkinkan untuk melakukan tawar menawar langsung, maka kesempatan tidak akan disia-siakan. Harga barang akan dianggap cocok jika masing-masing merasa diuntungkan.

Tawar menawar dengan Tuhan, mungkinkah? Ternyata hampir setiap doa berisi permohonan yang sifatnya menawar Tuhan dengan berkat tertentu.

Dalam doa ada janji untuk hidup benar jika mendapatkan yang diinginkan. Hal ini terbukti ketika banyak orang kecewa setelah hidup merasa benar namun justru mengalami hal buruk dalam kehidupan.

Abraham melakukan tawar menawar dengan Tuhan. Ya, kita tidak salah baca! Mungkinkah? Kenyataannya memang demikian.

Bagi sebagian orang yang memiliki paham ajaran bahwa Tuhan berkuasa mutlak dan telah menetapkan segala hal seturut kehendak-Nya, rasanya yang dilakukan Abraham telah menyalahi aturan.

Tidak mungkin bisa melakukan tawar menawar dengan Tuhan, sementara Ia telah menetapkan! Dalam hal ini, perlu memahami ulang apa yang dimaksudkan dengan otoritas dan penetapan oleh Tuhan.

Tuhan memang mempunyai kuasa mutlak atas segalanya, itu kita amin-kan. Namun Tuhan bukanlah robot yang diprogram sedemikian rupa untuk mengikuti begitu saja program yang dibuat.

Dalam hal ini, Tuhan pada posisi pembuat program. Sejak semula Tuhan menciptakan manusia, memang telah memposisikan manusia menjadi seperti Dia.

Diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia mendapat mandat untuk terlibat dalam pemeliharaan dan penguasaan bumi.

Bahkan setelah jatuh dalam dosa, potensi tersebut semakin terlihat, meskipun dosa telah menyimpangkannya. Itu artinya manusia pada posisi hampir sama seperti Allah, demikian kesimpulan Pemazmur.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved