Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 27 Juni 2024 - Menemukan yang dari Tuhan

Bacaan ayat: Kejadian 24:14 (TB) " ... Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minu

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 27 Juni 2024 - Menemukan yang dari Tuhan

Bacaan ayat: Kejadian 24:14 (TB) " ... Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."

Oleh Pdt Feri Nugroho


Kata orang, pernikahan itu misteri, se-misteri kelahiran dan kematian. Meskipun demikian, bukan berarti tidak bisa direncanakan. Jika orang tua dan anak adalah berkat yang dipilihkan oleh Tuhan, pasangan hidup adalah berkat dimana seseorang bisa memilihnya.

Seharusnya, jika terlibat dalam proses memilih maka dipastikan akan bertanggungjawab dan hidup dalam pilihan tersebut. Faktanya, banyak yang merasa salah pilih.

Pernikahan yang berawal dari cinta dengan restu orang tua, harus kandas di tengah jalan. Baru berjalan seumur jagung, cinta berubah menjadi angkara; restu berubah menjadi sakit hati, dan seterusnya.

Merespon pergumulan yang demikian, yang sempat ditanyakan oleh para murid, Yesus menyatakan bahwa ketegaran hati menjadi faktor utama sebuah bahtera rumah tangga kandas dan karam.

Itu sebabnya, pernikahan dalam iman Kristen, bukan hanya persoalan dua orang. Pernikahan adalah persoalan dimana Tuhan berkarya menyatakan pekerjaan-Nya.

Pernikahan itu dipersatukan oleh Tuhan untuk menjadi satu daging. Itu sebabnya pernikahan adalah langkah iman dalam kehidupan. 

Memvisualisasikan adegan perjumpaan Ishak dengan Ribka, rasanya kita dibawa ke cerita dongeng di negeri antah berantah. Nampaknya terlalu ideal untuk sebuah proses menemukan dan ditemukan. Hamba yang diutus mencaripun, terasa sangat mudah dalam prosesnya.

Apa yang ia tetapkan sebagai tanda, benar-benar terjadi, sehingga mudah baginya untuk meyakini bahwa perempuan yang menyapanya adalah pasangan yang disediakan oleh Tuhan.

Coba kita sandingkan dengan pengalaman kita hari ini, sudah ada dalam genggamanpun ternyata masih bisa lepas! 
Tapi nanti dulu, apakah sesederhana itu?

Intervensi Ilahi memang terlihat pada tanda yang dinyatakan. Namun sebelum itu, Abraham telah terlibat aktif, siapa yang diijinkan untuk menjadi kandidat istri Ishak, yaitu tidak boleh diambil dari Negeri Kanaan. Tentu bukan tanpa maksud, sebab kesetiaan kepada Tuhan menjadi prioritas utama.

Bukan tentang pernikahannya, namun tentang komitmen untuk tetap setia pada Tuhan.

Di kemudian hari kita bisa membaca kisah Salomo yang harus jatuh pada penyembahan ilah istri-istrinya. Demi cinta, Salomo di usia lanjutnya justru kedapatan tidak setia kepada Tuhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved