Konflik Beruang vs Manusia di Merangin, Korban Luka Berat Dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi

Konflik manusia dengan beruang terjadi di Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin (24/6/2024) siang

Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Suang Sitanggang
Tribunjambi.com/Frengky Widarta
Warga berkerumun di sekitar Puskesmas Muara Kibul, Merangin, melihat kondisi seorang warga yang mengalami luka berat usai berhadapan dengan beruang, Senin (25/6/2024) 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Konflik manusia dengan beruang terjadi di Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin (24/6/2024) siang.

Petani bernama Mustopa (53) mengalami luka berat akibat serangan beruang, yang terjadi di lahan yang digarapnya di Air Liki Baru.

Warga yang mengevakuasinya dari lokasi kejadian, membawa korban ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Kolonel Abunjani Bangko.

Penanganan terbaik untuk Mustopa tidak bisa dilakukan di sana, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, Jambi, Selasa (25/6/2024) pagi.

Adapun luka yang dialami korban ialah tangan patah dan juga bekas carakan dan gigitan yang menyebabkan luka terbuka. Luka serius juga ada di bagian wajah.

Kronologi Kejadian

Keluarga korban, Musharudin, mengungkapkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat korban sedang di kebunnya.

Tidak ada yang menyaksikan secara langsung. Namun seorang warga yang melintas mendengar ada jeritan minta tolong.

Warga itu melihat kondisi korban sudah berlumuran darah. Dia pun akhirnya memberitahukan kepada warga lainnya di desa terdekat.

Pukul 15.00 WIB, masyarakat beramai-ramai menolong korban dari sana, membawanya ke Puskesmas Muara Kibul.

Penanganan awal dilakukan di puskesmas itu. Kondisi korban yang mengalami luka serius, dirujuk ke RSUD Bangko.

Setelah satu malam di sana, dokter kemudian merujuk penanganan lebih lanjut ke RSUD Raden Mattaher, Jambi.

Musharudin mengatakan, korban merupakan adik iparnya yang tinggal di Desa Air Liki Baru.

"Dia saat itu bekerja di kebun sendirian diperkirakan pukul 14.00. Dia baru mendapatkan bantuan dari warga satu jam kemudian," kata Musharudin.

Dijelaskannya, korban menjalani operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Konflik yang Berulang

Menurut Musharudin, konflik antara manusia dengan satwa di daerah pinggiran Merangin sudah sangat sering terjadi.

Dua tahun yang lalu, ucapnya, di sekitar lokasi kejadian ini, ada 9 ekor kerbau yang diduga dimangsa harimau.

Dua bulan lalu, ada warga Desa Ngaol Ilir yang konflik dengan beruang, dan harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit.

"Saya berharap kepada pihak terkait, terutama BKSDA Jambi supaya bisa menangani," ungkap pria yang juga anggota DPRD itu.

Menurutnya ada ketidakseimbangan dalam penanganan kanflik satwa dengan manusia.

Sebab jika masyarakat membunuh binatang buas, ada sanksi pidana.

Tetapi ketika warga jadi korban binatang buas, perhatian dan juga bantuan sulit dirasakan korban.

Baca juga: Seorang Warga Desa Air Liki Baru Merangin Jambi Diserang Beruang Saat Berkebun

(Kontributor Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved