Analisis Politik, Jika Anies Baswedan vs Ahok, Kaesang dan Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024

Arifki Chaniago menilai situasi itu dapat membuat Anies Baswedan jadi tidak mudah. Bagaimana dengan Ahok, Kaesang Pangarep dan Ridwan Kamil?

Editor: Duanto AS
INSTAGRAM/@PUPUTNASTITIDEVI
Ahok dan istri, Puput Nastiti Devi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pilkada Jakarta 2024 tengah menjadi sorotan publik. Anies Baswedan diperkirakan akan turun dan bisa menang di sana.

Namun, ada tiga sosok yang bisa juga menggerus suara Anies jika maju pemilihan.

Peluang Anies Baswedan semakin sempit jika sejumlah tokoh itu menjadi pesaingnya. 

Siapa saja tokoh kunci itu?

Berikut analisis politik dari Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago.

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dia mengungkapkan meskipun Anies Baswedan cukup populer di Jakarta, tapi tiga nama itu bisa menjadi pesaing.

"Kalau saya lihat, tokoh yang berpotensi (lawan berat) itu masih Pak Ahok, tapi Pak Ahok kemungkinan maju di Sumatera Utara."

"Tapi paling tidak kalau nggak ada Pak Ahok, ya (mungkin) ada Mas Kaesang juga," imbuh Arifki pada Sabtu (8/6/2024), dikutip dari WartaKotaLive.com.

Kehadiran Ridwan Kamil juga akan membuat persaingan di Pilkada Jakarta semakin panas.

"Kalau Ridwan Kamil, Ahok, Kaesang maju, ini akan membuat kontestasi Jakarta semakin panas," ungkap Arifki.

Arifki menilai situasi ini dapat membuat Anies menjadi tidak mudah untuk menang.

Apabila nantinya Anies Baswedan kalah, maka suaranya akan semakin tergerus, dan di Pilpres 2029 terancam bisa kalah juga.

"Tapi kalau dia menang baik-baik saja. Kalau dia kalah, kesempatan Anies di Pilpres 2029 makin habis," jelas Arifki.

Diketahui sampai saat ini Anies Baswedan belum menentukan sikap apakah dirinya akan maju dalam Pilkada Jakarta 2024, atau tidak.

Anies Baswedan mengaku masih butuh waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut.

"Ya, ngalir aja sekarang. Kita liat memang kami secara serius memikirkan tentang Jakarta dan berdiskusi dengan banyak pihak khususnya senior-senior kemudian juga teman-teman muda."

"Dan kami mempertimbangkan amat serius mudah-mudahan tidak lama lagi sampai kepada kesimpulan dan keputusan," kata Anies di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2024).

Sebelumnya, sejumlah relawan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) juga telah mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan untuk kembali maju di Pilkada Jakarta 2024.

Deklarasi dilakukan di rumah Brawijaya XI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (1/6/2024).

Relawan yang mendeklarasikan dukungan di antaranya Pejuang ABW, AMAN, MANIES, Sobat Anies, SIFA, RI Anies, ABRI Satu, Smile ABW, Sohib Indonesia, GBC, Dunsanak Anies, Moralis, Barnies, P24, Regean Millenial, ProNies, BEM, dan Mas Anies.

+ Tiga Poros

Sementara itu, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengungkapkan bahwa peta konfigurasi pilkada DKI Jakarta bisa jadi akan memunculkan tiga poros.

Poros itu disebut sebagai replikasi poros dalam Pilpres 2024 lalu.

“Boleh jadi, melihat konfigurasinya, akan muncul tiga poros, mirip di Pilpres 2024,” tutur Ali, Kamis (30/5/2024).

Ali menilai setiap poros koalisi punya nama-nama mentereng yang bisa dijagokan dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.

“Poros 1 misalnya ada nama Anies Baswedan, Ida Fauziyah, Ahmad Sahroni, dan Mardani Ali Sera. Sementara di poros 2 ada Ridwan Kamil, Heru Budi Hartono, Ahmad Riza Patria, Emil Dardak, Ahmed Zaki Iskandar, Budi Djiwandono, Bima Arya, Kaesang Pangarep."

"Lalu di poros 3 juga ada nama Andika Perkasa, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, hingga Ahok,” kata Ali Rif’an.

Menurut Ali, kontestasi Pilkada Jakarta 2024 akan sangat menarik jika diisi orang-orang tersebut.

Pasalnya, kontestasi di Jakarta kerap disebut sebagai etalase atau pintu masuk menuju RI 1 atau R1 2.

“Kendati ibukota mau pindah, tetap saja Jakarta strategis. Jakarta itu episentrum sekaligus spotlight pemberitaan."

"Sehingga DKI Jakarta kerap disebut sebagai etalase atau pintu masuk menuju RI 1 atau R1 2,” kata Ali.

(tribunnews.com/galuh widya/chaerul umam/hasiolan ep gultom/wartakotalive.com/nuri yatul)

Baca juga: Analisis Politik, 3 Hal yang Bikin PPP Dukung Al Haris-Abdullah Sani

Baca juga: Nasib Jokowi Setelah Prabowo Jadi Presiden, Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo Seri I

Baca juga: Ternyata Mahkamah Agung Hanya Butuh 3 Hari untuk Putus Perkara Syarat Usia Calon Kepala Daerah

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved