Berita Jambi

Memahami Duka Orang Rimba: Mengulas Aksi Meratop di Jalan Kawasan Citra Raya City Jambi

Kemarin, Sabtu (1/6/2024), sekelompok Orang Rimba berjejer di tengah jalan kawasan Citra Raya City.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Rohmayana
Ist
Aksi meratop Orang Rimba yang sempat viral di media sosial dan grup-grup aplikasi perpesanan 

Umumnya, Orang Rimba hidup nomaden. Satu di antara tradisi Orang Rimba hidup yang cukup unik yaitu melangun.

Melangun sendiri merupakan tradisi berpindah tempat hidup karena ada kematian atau keadaan memaksa lainnya.

Melangun, menjadi cara Orang Rimba untuk menghilangkan kesedihan akibat ditinggal orang yang disayangi dan hormati. Semakin tinggi interaksi dengan orang yang meninggal, maka untuk melakukan melangun juga akan semakin kental dengan aksi-aksi unik.

"Orang lain lihat seperti teatrikal, seperti meraung-raung, berguling, dan bahkan sejenis aksi seolah-olah mau ikut mati," demikian Aritonang menjelaskan.

Semakin dekat hubungan dengan yang meninggal, waktu dan jarak melangun juga akan semakin lama dan jauh. Selama proses melangun ini, pantang untuk menyebut-nyebut nama orang yang meninggal. Bahkan jika melihat kerabat dekat orang yang meninggal, maka tangisan pun akan kembali pecah.

Hari ini, Minggu, Tungganai yang sempat dirawat sejak kemarin, akhirnya berpulang setelah berjuang keras melawan sakitnya.

Aritonang menyampaikan, keluarga dekat didampingi Prabu Tamba dari KKI Warsi telah mengurus administrasi kepulangan jenazah dan mengantarkan Tungganai Natar ke peristirahatan terakhir, di Tanah Pasaron, di wilayah utara TNBD.

Keluarga dekat Tungganai ini juga akan melangun, mengikuti anggota kelompok lainnya yang sudah lebih dulu meninggalkan sesudungan sejak Sabtu malam.

Bersedia Pindah ke Bungku

Orang Rimba mendirikan sesundungan di sana sejak Jumat (31/5/2024) siang. GM Citra Raya City, Andi Kurniawan menyebut, mereka telah bersedia meninggalkan sesudungan.

Sejak Sabtu malam, mereka meninggalkan kawasan itu dengan mobil dan sepeda motor.

"Mereka bersedia pindah ke lokasi yang lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut, informasi yang disampaikan Kapolsek Jambi Luar Kota, mereka akan menempati wilayah di sekitar Bungku, Kabupaten Batanghari.

Pantauan tribunjambi.com di lokasi, pondok-pondok yang terbuat dari terpal dan kayu-kayu penyanggah itu pun telah mereka bongkar sejak Sabtu malam, sebelum berangkat meninggalkan kawasan CRC sekitar pukul 19.30 WIB.

Kehidupan Orang Rimba Semakin Terbuka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved