Berita Jambi

Kisah Hartini Penjual Gado-gado Kota Jambi Naik Haji, Menabung selama Puluhan Tahun

Hartini (65) seorang penjual gado-gado di Kota Jambi berhasil menjadi jemaah calon haji pada musim haji tahun ini.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Musawira
Hartini (65) seorang penjual gado-gado di Kota Jambi berhasil menjadi jemaah calon haji pada musim haji tahun ini. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hartini (65) seorang penjual gado-gado di Kota Jambi berhasil menjadi jemaah calon haji pada musim haji tahun ini.

Hartini warga Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi sehari-hari menjual gado-gado di Jalan Arif Rahman Hakim, Telanaipura, Kota Jambi atau tepatnya berada di depan SMPN 17 Kota Jambi.

Ibu dari empat orang anak ini akan berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Haji Antara (EHA) Batam pada 3 Juni 2024.

Ini yang kedua, Hartini bisa ke tanah suci dari hasil jualan gado-gado setelah melakukan ibadah umrah pada 2017 lalu.

Hartini menceritakan bahwa niat untuk naik haji sudah ada sejak 30 tahun lalu.

Semasa itu, ia mulai menyisihkan uang dari keuntungan menjual gado-gado dan kue titipan orang untuk menabung biaya haji.

“Saya mengumpulkan uang lebih kurang sudah 30 tahun. Untuk daftar haji pada 2012 lalu, lalu tetap menyisihkan uang untuk biaya pelunasan. Allhamdullilah berkah,” kata Hartini ditemui Tribunjambi.com pada Rabu (29/5/2024).

Keuntungan dari menjual gado-gado dan kue kering titipan orang itu tidak seberapa, namun dengan ketekunan dan kegigihan akhirnya mimpi Hartini untuk berangkat haji bakal terwujud.

“Saya sudah terpanggil. Hanya dari jualan gado-gado, jualan di kantin SMPN 17 Kota Jambi menjual dagangan kue hanya dapat untung Rp200 per kue. Tapi 2024 ini saya bisa melunasi dari hasil jualan itu,” ujarnya.

Meskipun sudah ditinggal suaminya sejak puluha tahun, Hartini tak pernah menyerah. Dia terus menabung serta membiayai kebutuhan sehari-hari hingga anak-anaknya bisa meraih gelar sarjana.

“Saya juga menyekolahkan anak, ditinggal bapaknya sudah 28 tahun itu saya bekerja dan berjuang untuk anak-anak,” ujarnya.

Dia berharap selama menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, selalu diberikan kesehatan panjang umur sampai pulang ke tanah air.

“Saya berharap agar saya dan keluarga diberi kesehatan, kelancaran dan pulang perginya sehat wal afiat,” pungkasnya.

Baca juga: Viral Kisah Mak Sombret Rela Bayar Ojek Rp 600 Ribu Pekalongan-Solo Demi Antar Tetangga Naik Haji

Baca juga: Kisah Nenek 100 Tahun Menabung di Kresek Rp 20.000 per Hari untuk Membiayai Naik Haji

Baca juga: Viral Nenek Tunanetra yang Akhirnya Bisa Naik Haji Usai Menunggu 14 Tahun: Allah yang Membantuku

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved