Kunci Jawaban
Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 23: Kesalahan Pengukuran dalam Berita
Dalam buku IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 23 siswa diminta menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kesalahan pengukuran yang ada dalam berita.
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut soal dan kunci jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 23.
Dalam buku IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 23 tersebut terdapat Ayo Cek Pemahaman.
Di Ayo Cek Pemahaman tersebut siswa diminta menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kesalahan pengukuran yang ada dalam berita.
Kunci jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 23 dalam artikel ini hanya sebagai referensi orang tua untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
Maka dari itu, sebelum mencocokkan dengan kunci jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka halaman 23 ini, siswa harus mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu.
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Halaman 35: Membandingkan Bakteriofage dan Virus Corona
Kunci Jawaban IPA Kelas 10 SMA Halaman 23 Kurikulum Merdeka Kesalahan Pengukuran
Ayo Refleksi
Cerita
Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan JawaTimur menggelar tera ulang timbangan di kantor Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 3 November 2015. Puluhan pedagang di Pasar Kamal dan pemilik toko kelontong datang membawa timbangan mereka untuk diservis.
“Mayoritas timbangan yang dibawa tidak sesuai dengan standar nasional,” kata Dary, petugas tera dari Unit Pelaksana Tugas Bidang Kemetrologian Pamekasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur.
Menurut dia, ada banyak hal yang menyebabkan timbangan pedagang tidak sesuai dengan standar nasional, di antaranya cara pemakaian yang tidak tepat dan lain-lain.
Tentu ada juga yang sengaja diakali. “Tapi mayoritas yang dibawa ke sini karena faktor alam, yaitu karatan, sehingga keseimbangan berubah melewati batas toleransi selisih sebesar 20 gram untuk timbangan 5 kilogram,” ujarnya.
Petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur menggelar tera ulang timbangan di kantor Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 3 November 2015. Puluhan pedagang di Pasar Kamal dan pemilik toko kelontong datang membawa timbangan mereka untuk diservis.
“Mayoritas timbangan yang dibawa tidak sesuai dengan standar nasional,” kata Dary, petugas tera dari Unit Pelaksana Tugas Bidang Kemetrologian Pamekasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Menurut dia, ada banyak hal yang menyebabkan timbangan pedagang tidak sesuai dengan standar nasional, di antaranya cara pemakaian yang tidak tepat dan lain-lain. Tentu ada juga yang sengaja diakali.
“Tapi mayoritas yang dibawa ke sini karena faktor alam, yaitu karatan, sehingga keseimbangan berubah melewati batas toleransi selisih sebesar 20 gram untuk timbangan 5 kilogram,” ujarnya.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.