Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjabtim

Harga Komoditi Pinang di Tanjab Timur Kembali Anjlok, Petani Menjerit

Petani pinang lagi-lagi menjerit lantaran harga komoditi buah pinang kembali anjlok. Seperti petani pinang yang berada di wilayah Kabupaten Tanjabtimu

Penulis: anas al hakim | Editor: Zulkipli
Tribunjambi.com/Anas Alhakim
Harga komoditas perkebunan yakni pinang kering atau pinang klotok di Kabupaten Tanjab Timur, mulai mengalami kenaikan harga. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Petani pinang lagi-lagi menjerit lantaran harga komoditi buah pinang kembali anjlok. Seperti petani pinang yang berada di wilayah Kabupaten Tanjabtimur, saat ini merasa buah pinang tidak menjanjikan lagi.

Disampaikan Arbain, salah satu petani pinang di Kecamatan Kuala Jambi. Menyatakan bahwa harga buah pinang sebelumnya sempat naik, dan dapat membuat petani sedikit lega. Namun hal itu terjadi tidak lama, hanya sekitar satu bulan saja.

Sebelumnya harga buah pinang yang baru dikupas dihargai Rp. 4.500 per Kg. Sedangkan buah pinang yang ngeloktok kering di harga Rp. 7.500 perkilogram. Namun harganya sekarang pinang yang baru dikupas hanya tinggal Rp. 1.800 per Kg, dan buah pinang ngelotok kering Rp. 4.500 per kilogramnya.

"Memang parah harga pinang sekarang, tak bisa lagi diharapkan, kemaren sempat naik sedikit tapi langsung turun," ujarnya saat dikonfirmasi.

Karena harga yang anjlok, Arbain lebih memilih tidak memanen buah pinangnya, sehingga kebunnya kini tidak terurus dan ditumbuhi ilalang. Karena kalau dipaksakan di panen, Ia tidak akan dapat uang dan untung, hanya capeknya saja yang dapat.

"Dari pada di panen, biar lah buahnya di kebun. Karena kami tidak dapat uang juga," sebutnya.

Terpisah, salah satu petani pinang di Kecamatan Dendang juga mengaku hal yang sama. Namun, dia masih berharap dengan pinang ngelotok kering yang masih di harga Rp. 4.500 per Kg.

"Kalau yang ngelotok masih bisa kami harapkan, masih dapat (ungtung, red), walaupun proses penjemurannya cukup lama, tapi setidaknya ada yang ditunggu," ungkapnya.

"Kami berharap kondisi ini bisa cepat pulih, sehingga perekonomian petani pinang juga bisa pulih sediakala," sambungnya.

Baca juga: Pemerintah Provinsi Jambi Mampu Menyediakan Pinang Sebanyak 120 Ribu Ton Per Tahun Untuk Ekspor

Baca juga: Harga Pinang Kering Mulai Naik ke Kisaran Harga Rp7 Ribu Hingga Rp8 Ribu Per Kilogram

Baca juga: Harga Sawit dan Pinang di Jambi Hari Ini, Petani Pinang dan Sawit Semakin Bersinar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved