Pembunuhan Sopir Taksi Online Jambi
3 Orang Ditangkap, Mobil Direntalkan Penadah, Fakta Baru Pembunuhan Driver Maxim Risdianto di Jambi
Terungkap fakta baru dalam kasus tewasnya driver Maxim Risdianto di Jambi, yang dibunuh 2 orang mahasiswa asal Muara Tabir, Kabupaten Tebo.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Suang Sitanggang
Fakta Baru Pembunuhan Driver Maxim di Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terungkap fakta baru dalam kasus tewasnya driver Maxim Risdianto di Jambi, yang dibunuh oleh 2 orang mahasiswa asal Muara Tabir, Kabupaten Tebo.
Saat konfrensi pers, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudistira mengatakan total 3 orang yang kini ditahan.
Selain dua orang tersangka pelaku pembunuhan, Agam Santoso dan Afif Tramubia, juga ditangkap 1 orang tersangka penadah mobil hasil kejahatan, yakni pria yang berinisial R.
Adapun mobil Risdianto jenis Xenia yang dibawa kabur oleh Afif dan Agam kemudian digadaikan ke R, ternyata hingga Senin sore belum di Jambi.
Sebab, R menyewakan mobil itu kepada saudaranya, yang kemudian dibawa jalan-jalan ke Sumatera Barat.
R membayar Rp 28 juta kepada Agam dan Afif. Dia merentalkan mobil itu senilai Rp 200 ribu per hari.

Hasil Autopsi di RS Bhayangkara
Hasil indentifikasi yang dipimpin oleh dokter forensik dr Erni Handayani Situmorang, ditemukan ada luka jerat pada leher korban.
Selain itu juga ditemukan keretakan pada bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.
Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudistira menerangkan, hasil indentifikasi ini berkesesuaian dengan keterangan dua tersangka pembunuhan.
"Hasilnya sesuai atau identik dengan korban (Risdianto) yang dinyatakan hilang pada 10 April 2024," ungkap Kombes Pol Andri saat konferensi pers di Mapolda Jambi, Senin (15/4/2024).
Pelaksanaan otopsi dilakukan di RS Bhayangkara Jambi. Polisi mengambil langkah ini untuk mengetahui cara pelaku membunuh korban.
"Tengkorak kepala bagian kanan retak," terangnya. Hantaman keras pada kepala yang diduga kuat menyebabkan tewasnya Risdianto.

Kejahatan Direncanakan di Kamar Kost
Kombes Pol Andri Ananta Yudistira mengatakan, Afif dan Agam sudah merencanakan aksi kejahatan tersebut.
Mereka memiliki niat mengambil mobil driver taksi online secara acak.
Keduanya merencanakan aksi kejahatan ini di tempat kost yang dihuninya, di kawasan Talang Banjar, Kota Jambi.
Dari tempat kost tersebut, pelaku membawa karet ban sepeda motor.
"Keduanya kemudian pergi ke Mall Jamtos, tujuannya memesan taksi online secara random," ungkap Andri.
Titik penjemputan dibuat di Jamtos. "Dengan tujuan ke kawasan Sungai Duren Muaro Jambi," jelasnya.
Saat di perjalanan, Afif berada di belakang sopir, mendekap korban dengan karet ban dalam.
Selanjutnya Agam menutup wajah dan saluran pernafasannya, yang membuat korban pingsan.
"Setelah pingsan, dipindahkan ke kursi belakang. Mobil itu kemudian dikemudikan oleh Afif," ujarnya.
Andri menjelaskan, pelaku meneruskan perjalanan. Di perjalanan Afif melakukan kekerasan lagi yang menyebabkan Risdianto meninggal dunia.
"Kedua pelaku membuang korban di daerah Ness, ditinggalkan di sana," jelasnya.
Keterangan pelaku kepada polisi, mereka menggadaikan mobil Xenia hasil kejahatan itu kepada pria berinisial R.
Niat itu benar-benar mereka laksanakan. Saat ini penadah mobil tersebut juga telah diamankan oleh kepolisian.
"Terjadilah transaksi di daerah The Hok, Kota Jambi dengan nominal uang melalui transfer senilai Rp 11 juta, kemudian uang cash Rp 17 juta. Total kendaraan itu senilai 28 juta rupiah," ujar Kombes Andri.

Pelaku Berstatus Mahasiswa
Dua pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online Maxim di Jambi, Risdianto, telah berhasi ditangkap polisi.
Kedua pelaku ternyata mahasiswa di Jambi, berasal dari Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Pelaku yang tega menghabisi nyawa driver maxim pada malam takbiran itu bernama Agam Santoso dan Afif Tramubia.
Agam Santoso ditangkap terlebih dahulu, di kampung halamannya di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir.
Sementara Afif Tramubia, yang diduga otak pelaku, ditangkap di sebuah hotel di Kota Jambi.
Proses Pengungkapan Kasus
Terungkapnya pembunuhan terhadap Risdianto berawal dari adanya laporan keluarga korban kepada polisi.
Dalam laporannya, disebutkan Risdianto hilang sejak terakhir menerima orderan mengantar penumpang lewat aplikasi Maxim.
Kepolisian melakukan penelusuran. Akhirnya menemukan titik terang setelah mendapat rekaman CCTV Mal Jamtos.
Satu pelaku terindentifikasi sebagai warga Muara Tabir, Tebo. Polda Jambi meminta polsek setempat melakukan penelusuran.
Kapolsek Muara Tabir, Ipda Trisman, mengatakan melakukan upaya persuasif pada Sabtu (13/4/2024) malam.
Mereka mendatangi kediaman Agam. Polisi pada saat itu masih melakukan penyelidikan terkait orang hilang.
Pengambilan keterangan Agam berlanjut pada besok paginya di Kantor Polsek Muara Tabir.
Akhirnya Agam buka suara. Ditemukan titik terang adanya kasus pembunuhan dalam peristiwa orang hilang ini.
Dugaan sementara, Afif yang merencanakan pembunuhan tersebut, demi memenuhi kebutuhan gaya hidup yang hedon.
Menurut Ipda Trisman, Afif mengaku punya mobil ke pacarnya, seorang perempuan cantik warga Bungo. (*)
Baca juga: Hasil Autopsi Sopir Taksi Online Jambi yang Tewas Dibunuh, Polisi: Tengkorak Kepala Retak
Baca juga: 5 Fakta Pembunuhan Risdianto Driver Maxim di Jambi: Motif, Modus, Pelaku, Lokasi, Kronologi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.