Pembunuhan Sopir Taksi Online Jambi
3 Orang Ditangkap, Mobil Direntalkan Penadah, Fakta Baru Pembunuhan Driver Maxim Risdianto di Jambi
Terungkap fakta baru dalam kasus tewasnya driver Maxim Risdianto di Jambi, yang dibunuh 2 orang mahasiswa asal Muara Tabir, Kabupaten Tebo.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Suang Sitanggang
Kombes Pol Andri Ananta Yudistira mengatakan, Afif dan Agam sudah merencanakan aksi kejahatan tersebut.
Mereka memiliki niat mengambil mobil driver taksi online secara acak.
Keduanya merencanakan aksi kejahatan ini di tempat kost yang dihuninya, di kawasan Talang Banjar, Kota Jambi.
Dari tempat kost tersebut, pelaku membawa karet ban sepeda motor.
"Keduanya kemudian pergi ke Mall Jamtos, tujuannya memesan taksi online secara random," ungkap Andri.
Titik penjemputan dibuat di Jamtos. "Dengan tujuan ke kawasan Sungai Duren Muaro Jambi," jelasnya.
Saat di perjalanan, Afif berada di belakang sopir, mendekap korban dengan karet ban dalam.
Selanjutnya Agam menutup wajah dan saluran pernafasannya, yang membuat korban pingsan.
"Setelah pingsan, dipindahkan ke kursi belakang. Mobil itu kemudian dikemudikan oleh Afif," ujarnya.
Andri menjelaskan, pelaku meneruskan perjalanan. Di perjalanan Afif melakukan kekerasan lagi yang menyebabkan Risdianto meninggal dunia.
"Kedua pelaku membuang korban di daerah Ness, ditinggalkan di sana," jelasnya.
Keterangan pelaku kepada polisi, mereka menggadaikan mobil Xenia hasil kejahatan itu kepada pria berinisial R.
Niat itu benar-benar mereka laksanakan. Saat ini penadah mobil tersebut juga telah diamankan oleh kepolisian.
"Terjadilah transaksi di daerah The Hok, Kota Jambi dengan nominal uang melalui transfer senilai Rp 11 juta, kemudian uang cash Rp 17 juta. Total kendaraan itu senilai 28 juta rupiah," ujar Kombes Andri.

Pelaku Berstatus Mahasiswa
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.