Kecelakaan dr Dwi Fatimah
Fakta Baru Dokter Tewas Kecelakaan di Jambi: Warga Dengar 2 Kali Bunyi Tembakan
Warga mendengar dua kali bunyi keras, yang diduga berasal dari tembakan senjata api di lokasi dr Dwi Fatimahyen tewas kecelakaan
Penulis: Rifani Halim | Editor: Suang Sitanggang
"Saya lihat itu sudah ada mobil polisi, ada warga juga yang ngejar ramai-ramai pakai motor, bukan warga sini," ungkapnya.
Dia bilang, kios yang ditabrak dokter perempuan muda itu milik saudaranya.
Akibat kecelakaan itu, dua tiang beton penyangga kios hancur akibat ditabrak keras
Mobilnya dilihatnya terpental sekitar 5 meter dari tiang yang ditabrak.
Sementara posisi korban, ucapnya, sudah di atas tanah, tepat di samping mobilnya.
"Dia terpental di samping itu. Sudah tidak bernyawa. Kalau darah dak ado keluar," ungkap Zulkifli saat menunjukkan lokasi
Sebelumnya diberitakan, keluarga korban meminta keadilan, dan nama baik almarhumah dibersihkan.
Selain difitnah jadi pencuri mobil, ada juga yang menyebut Dwi Fatimahyen (29) dikejar-kejar karena melakukan tabrak lari.
Keluarga dr Dwi menyangkal. Mobil itu milik Dwi Fatimah, dan tidak ada kasus tabrak lari sebelumnya.
"Jika memang benar almarhumah mencuri mobil tolong dibuktikan, jika melakukan tabrak lari, siapa korbannya? tolong buktikan," kata Erwin, sepupu korban, yang berprofesi sebagai dosen.
Erwin mengungkapkan, pada hari nahas itu, Dwi berangkat dari rumahnya di kelurahan Pasir Panjang, Kota Jambi mengendarai mobil seorang diri.
Dia pergi ke arah Muaro Sebapo dengan tujuan mencari ruko atau kios, yang ingin disewa untuk dijadikan klinik kecantikan.
Dwi ingin mengikuti jejak kakaknya yang juga seorang dokter di Bogor, yang telah memiliki bisnis klinik kecantikan.
Rencananya, dr Dwi membuka cabang di Jambi, kerja sama dengan kakaknya yang dianggapnya sudah sukses di klinik kecantikan.
Ketika sudah pulang dari survei ruko, dia ternyata dibuntuti oleh sejumlah orang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.