Juventus

3 Poin Pembahasan Juventus setelah Kalah dari Lazio

Juventus menderita kekalahan 1-0 melawan Lazio di Stadio Olimpico pada hari Sabtu dan perebutan empat besar menjadi sulit bagi Bianconeri.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Juventus
Logo Juventus 

Moise Kean menjadi starter untuk pertama kalinya sejak November setelah pulih dari cedera lutut. Dusan Vlahovic menjalani larangan tampil satu pertandingan, sementara Arek Milik cedera sehingga pemain internasional Italia itu menjadi satu-satunya pilihan bagi Allegri.

Sejujurnya, performanya tidak terlalu buruk mengingat Juventus tidak banyak menciptakan peluang mencetak gol di Stadio Olimpico. Namun, dia punya beberapa peluang untuk menyakiti Lazio, terutama di babak kedua.

Ingat, misalnya, ketika Mario Gila berlari kembali dan memulihkan penguasaan bola di dalam kotak penalti dengan tekel geser yang tepat waktu.

Juventus hanya mengandalkan serangan balik di Roma, namun memiliki striker yang tak mampu berlari lebih cepat dari lawan di ruang terbuka tak membuat tugas Bianconeri menjadi lebih mudah.

Jangan lupa, selama setahun Kean – 19 penampilan berturut-turut – belum mencetak gol – untuk Juventus, menyamai rekor negatif milik Marcelo Zalayeta.

Dengan kontrak yang berakhir pada tahun 2025, Juventus sebaiknya mempertimbangkan untuk menjual striker Italia itu di musim panas daripada menawarinya kontrak baru.

 

Baca juga: Profil dan Biodata Calvin Verdonk, Calon Pemain Timnas Indonesia Berdarah Aceh Bisa 7 Posisi

 

Allegri Out?

Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya. Apa arti kekalahan Juventus di Roma bagi Allegri? Kontrak juru taktik asal Tuscan itu akan habis pada Juni 2025, namun ia berada di bawah tekanan berat selama dua bulan terakhir, hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan dan mengumpulkan tujuh poin.

Wojciech Szczęsny mengakui bahwa para pemain Juventus mungkin kehilangan motivasi setelah kekalahan mereka dari Inter pada bulan Februari, yang secara praktis mengakhiri harapan mereka untuk meraih gelar.

Jelas sekali, Allegri tidak mampu menyampaikan idenya kepada tim di paruh kedua musim ini, tidak hanya kepada pemain paling berpengalaman tetapi juga kepada anggota termuda di tim, yang mungkin lebih mengkhawatirkan.

Saat ini, Juventus masih berada di posisi empat besar. Karenanya Allegri tak gagal mencapai target utama musim ini.

Namun, hasil buruk tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi para direktur Juventus.

Perasaannya, Allegri tak bisa meraih prestasi lebih banyak dengan skuad pemainnya yang seolah kehabisan tenaga meski baru bermain di dua kompetisi.

Allegri tampak lelah dan para pemain terlihat kelelahan, jadi meskipun Bianconeri lolos ke Liga Champions, klub harus mengincar awal yang baru pada musim 2024-25.

 

Baca berita dan artikel bola tribunjambi.com lainnya, kini bisa melalui Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved