Berita Tanjab Barat
Kadishub Tanjabbar Diduga Sempat Paksakan Alat Berat Lewat Pelabuhan RoRo, Belum Ada Aturan
Kadishub Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sempat memaksakan alat berat masuk kepelabunan RoRo, Kuala Tungkal, Provinsi Jambi.
Penulis: Sopianto | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM,KUALA TUNGKAL- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sempat memaksakan alat berat masuk kepelabunan RoRo, Kuala Tungkal, Provinsi Jambi.
Alat berat yang akan dibawa menggunakan kapal ke tujuan Dabo, Kepulauan Riau itu diduga belum memilki aturan hukum.
Kadishub Tanjabbar Samsul Jauhari mengatakan, dua alat berat berupa eskavator dan secrap akan dibawa ke Dabo melalui Pelabuhan Roro.
Dia mengatakan dua alat itu nantinya akan diberangkatkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada terlebih dahulu.
"Kalau yang roda besi itu kita nanti pakai mobil towing, kalau yang secrap itu nanti langsung masuk pelabuhan karena itu ban karet," katanya.
Samsul mengaku kedua alat berat itu milik orang Dabo yang sengaja dimasukan lewat Pelabuhan RoRo.
Terkait aturan yang mengizinikan alat berat masuk, dia mengaku belum ada aturan hingga saat ini.
Akan tetapi pihaknya telah mengajukan peraturan bupati (perbup) diakhir 2023 lalu.
Akan tetapi, perbup itu belum diproses, Sehingga memasukan alat berat tersebut merupakan kebijakan dirinya selaku Kepala Dinas Perhubungan Tanjabbar.
Baca juga: Petugas Pelabuhan Roro Kuala Tungkal Siapkan 3 Kapal, Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran
Baca juga: Jadwal Terbaru Keberangkatan di Pelabuhan RoRo Rute Kuala Tungkal-Batam
"Kebijakan saja, Bukan ilegal tapi kebijakan saja sambil nunggu Perbup disetujui, aturan nya belum ada sama sekali," ungkapnya.
Saat ditanya kenapa alat berat itu masuk lewat Pelabuhan RoRo Kuala Tungkal yang notabennya hanya untuk angkutan barang dan orang utnuk penyebrangan.
Samsul mengatakan jika lewat Pelabuhan Roro, Kuala Tungkal akan lebih hemat biaya.
"Kalau tidak lewat sini, lewat Sabak dan itu harus pakai tongkang biaya tongkang itu sekitar Rp 50-Rp60 juta. Kalau satu atau dua alat berat kan mereka rugi biaya sewa tongkang minimal 4 alat berat lah," ucapnya.
Sementara kapasitas jembatan penyebrangan Pelabuhan RoRo dikisaran 15-20 ton. Itu pun hanya untuk angkutan barang bukan alat berat.
"Kalau kapasitas jembatan sekitar 15-20 ton-an itu, karena kita ga punya timbangan. Yang bikin masalah itu diroda alat berat karena besi itu bisa merusak makanya cari towing," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.