Tabir Kematian Kasus Kematian Santri Pondok Pesantren di Tebo Terungkap, Dua Orang Tersangka
Tabir misteri kematian Airul Harahap (13), santri Pondok Pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo beberapa bulan lalu, mulai tersingkap.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tabir misteri kematian Airul Harahap (13), santri Pondok Pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo beberapa bulan lalu, mulai tersingkap.
Dua orang santri ditangkap polisi karena diduga jadi penyebab kematian.
Mereka merupakan senior dari Airul, yang merupakan sesama santri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudistira, mengatakan pihaknya telah melakukan asistensi. Tahapan penyidikan telah berlangsung hingga akhirnya melakukan gelar perkara pada Kamis (21/3) malam.
"Dengan menetapkan dua orang santri sebagai tersangka atau anak yang berhadapan dengan hukum, karena masih di bawah umur," kata Andri di lobi Mapolda Jambi, Jumat (22/3).
Saat ini, kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka yang mengakibatkan kematian Airul Harahap.
"Siang ini (kemarin; red) sesuai dengan yang dijadwalkan, akan dilaksanakan rekonstruksi bersama dengan jaksa penuntut umum," ujarnya.
"Kita akan melihat peran dari para santri yang ada di tempat kejadian perkara. Kita lihat nanti, ya, setelah proses rekonstruksi berlangsung," tambahnya.
Pada Sabtu (23/3), polisi akan menggelar konfrensi pers yang dihadiri Kapolres Tebo, Kasat Reskrim Tebo dan saksi ahli dari Rumah Sakit Bhayangkara.
"Besok hari (hari ini;red) kita rilis secara lengkap. Kita tidak mau terburu-buru, sesuai arahan Bapak Kapolda, Bareskrim, untuk mengungkapkan perkara ini seterang-terangnya," tutur Andri.
Sementara itu, pengacara keluarga Airul Harahap dari Tim Hotman 911, Orde Prianata, menuturkan memang ada dua tersangka yang ditahan polisi.
"Kami dari tim terlebih dahulu mengucapkan terima kasih pada penyidik dan jajarannya yang telah berhasil mengungkap tersangka. Untuk selanjutnya diproses dan diadili," katanya, Jum'at (22/3).
Terkait kasus tersebut, Orde menyayangkan adanya dugaan kelalaian yang dilakukan pihak pondok pesantren, sehingga santri yang seharusnya menjadi ataupun yang berlindung kepada pondok pesantren, mengalami kejadian seperti itu.
Dia mengungkapkan ada dugaan kelalaian yang dilakukan pengurus pondok pesantren dan mengungkapkan mengapa hal tersebut bisa terjadi.
"Saya mewakili tim Hotman 911 menyayangkan hal itu. Tolong, jikalau ada kelalaian di pondok pesantren tersebut, pihaknya meminta agar pihak berwajib mengusut secepatnya," ujarnya.
Kerusuhan Demo di Jambi, Gubernur Minta Semua Pihak Menahan Diri |
![]() |
---|
Ahmad Sahroni ke Singapura, Massa Gasak Isu Rumah dan Teriak "Duit Rakyat" |
![]() |
---|
Demo Ricuh di Jambi, Psikolog Ungkap Peran Media Sosial dalam Menggiring Emosi Massa |
![]() |
---|
Terungkap Misteri Keberadaan Ahmad Sahroni saat Rumah Dijarah Massa |
![]() |
---|
Suasana Hening, Gedung DPRD Jambi Menyisakan Puing dan Sampah Pasca Aksi Massa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.