Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 21 Maret 2024 - Setiap Berperan dalam Karya Penyelamatan Allah
Bacaan ayat: 2 Tawarikh 5:13-14 (TB) Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-puj
Renungan Harian Kristen 21 Maret 2024 - Setiap Berperan dalam Karya Penyelamatan Allah
Bacaan ayat: 2 Tawarikh 5:13-14 (TB) Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah Allah.
Oleh Pdt Feri Nugroho
"Ach, cuma nyanyi doang! Mosok ndak bisa sich.. "
Mungkin ini menjadi komentar yang pernah kita dengar saat seseorang menyatakan dirinya tidak bersedia bertugas menjadi singer dalam ibadah.
Lepas dari kenyataan bahwa benar adanya bahwa tidak semua orang bisa bernyanyi, komentar tersebut tidak bisa dihindari akan bernada mengabaikan. Bagaimana tidak, sebuah peran penting yang ada dalam ibadah hanya masuk dalam kategori sekedar keahlian untuk menyanyi.
Sungguh sangat disayangkan. Bahkan seorang penyanyi ahlipun tidak ada jaminan bahwa ia dapat mengambil peran penting sebagai singer dalam sebuah ibadah; apalagi seorang yang asal mau namun tidak membekali diri dengan kemampuan yang diperlukan.
Fokusnya pada sikap hati dan pikiran yang memahami peran sehingga dapat melakukan bagiannya dengan baik. Sebuah fenomena supranatural tercatat dalam Alkitab ketika Tabut Perjanjian dipindahkan ke Bait Suci.
Dilakukan ritual ibadah yang hikmat dan ketika para peniup nafiri dan penyanyi mengumandangkan pujian, terjadi peristiwa dahsyat ketika rumah TUHAN dipenuhi awan.
Sampai-sampai para imam tidak mampu berdiri untuk melayani. Fenomena awan ternyata berulangkali terjadi dalam catatan Alkitab, dan semuanya selalu terkait dengan kemuliaan Tuhan yang dinyatakan. Di padang gurun tiang awan menuntun umat berjalan siang hari menuju tanah perjanjian.
Di Gunung Sinai awan juga menutupi ketika Musa ada disana. Peristiwa transfigurasi Yesus yang berjumpa dengan Musa dan Elia di gunung disaksikan para murid, juga awan menaungi mereka.
Saat Yesus terangkat ke surga awan pun menutupi-Nya. Kemuliaan Tuhan nampak dan awan menjadi tandanya. Nyanyian dalam ibadah bukanlah sekedar pelengkap semata.
Pujian menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bagian lain; tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah posisinya. Nyanyian dapat menjadi ungkapan hari umat yang dinyatakan melalui syair, atau isi hati Tuhan yang dinyatakan. Banyak rumusan iman terhisap dalam setiap syair yang dibuat, yang biasanya berangkat dari pengalaman hidup penciptanya.
Memahami peran tersebut, betapa sungguh-sungguhnya seorang ambil bagian dalam bernyanyi. Lebih lagi bagi mereka yang tampil sebagai penuntun jemaat untuk bernyanyi memuji Tuhan.
Keahlian bisa dilatih, namun sikap hati yang menyembah, itu yang harus difokuskan dalam ibadah. Persiapkan diri sebaik mungkin. Latihan diri secakap mungkin. Semua bermuara pada kemuliaan Nama Tuhan semata. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Palembang Siloam
KPU Umumkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Raih 96.214.691 Suara |
![]() |
---|
Juri Lomba Kompangan Umumkan 3 Pemenang Tribun Festival Ramadan yang Akan Masuk Final |
![]() |
---|
Gugatan 13 Kepala Daerah Termasuk Gubernur Jambi Al Haris Terkait Pilkada Ditolak MK |
![]() |
---|
Hasil Rekapitulasi Pilpres 2024 di 38 Provinsi dan Luar Negeri, Prabowo-Gibran Unggul 36 Provinsi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.