Khazanah Islami
Lupa Mandi Junub Saat Puasa Ramadhan? Jangan Panik, Lakukan Ini!
Artikel ini membahas solusi jika Lupa mandi junub saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Lupa mandi junub saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa.
Namun, Anda diwajibkan untuk segera mandi junub setelah mengingatnya.
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr H Syamsul Hidayat menjelaskan, bagi pasangan suami istri yang lupa untuk mandi besar setelah berhubungan badan saat bulan Ramadhan, maka puasanya tetap sah.
"Tidak batalkan puasa, tetapi bila ingat langsung segera mandi," kata Syamsul saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).
Namun diharuskan mandi besar atau mandi junub d setelah waktu Sholat Subuh.
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:
Hadis Muslim riwayat Aisyah menyebutkan,
"Rasulullah pernah memasuki waktu fajar di bulan Ramadhan. Sedang beliau dalam keadaan junub, bukan karena mimpi. Maka mandilah beliau dan kemudian terus berpuasa (hari itu)."
Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan terbitan Pengurus Pusat Lajnah Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 2017 juga menjelaskan hal yang sama.
Apabila sepasang suami istri bersetubuh di malam hari namun mandinya baru dilakukan sesudah Subuh, maka tidak akan membatalkan puasa. Seperti dijelaskan hadis berikut: Aisyah dan Umi Salamah berkata: "Rasulullah di saat subuh dalam keadaan junub setelah bersetubuh, bukan karena mimpi, beliau tidak membatalkan puasanya dan tidak meng-qadha’nya." (HR Bukhari dan Muslim).
Kendati mandi besar lupa untuk dilakukan, tetap dianjurkan seorang Muslim untuk berwudu sebelum makan sahur. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu 'anha, yang mengatakan: "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudu ketika hendak salat." (HR Muslim).
Mandi besar dimulai dengan mengguyur seluruh bagian luar badan, termasuk rambut hingga bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air diharuskan bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut atau bulu.
Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis lagi .
SUMBER ARTIKEL : KOMPAS.COM
Baca juga: Tuntunan Mandi Junub Jelang Puasa Ramadhan 1445 Hijriah Disertai Manfaatnya
Amalan Mustajab di Malam Jumat, Sholawat Nabi hingga Membaca Surat Yasin |
![]() |
---|
Keistimewaan Sholat Tahajud, Jalan Menuju Surga dan Ketenangan Jiwa |
![]() |
---|
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2025, Bacaan Niat dan Cara Mengerjakannya |
![]() |
---|
Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram 2025 Bisa Menghapus Dosa Setahun yang Lalu |
![]() |
---|
Besok Sabtu 5 Juli 2025 Puasa Apa? Simak Penjelasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.