Anak Ponpes di Tebo Meninggal
Begini Tanggapan Polda Jambi Soal Santri Meninggal di Pondok Pesantren Tebo
Kasus kematian seorang santri di pondok pesantren Raudhatu Mujawwidin, kabupaten Tebo, Jambi hangat diperbincangkan
Penulis: Rifani Halim | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus kematian seorang santri di pondok pesantren Raudhatu Mujawwidin, kabupaten Tebo, Jambi hangat diperbincangkan.
Bahkan pengacara kondang Hotman Paris mengomentari perihal kasus tersebut hingga meminta Kapolda Jambi mengatasi hal tersebut.
Menanggapi peristiwa dan perbincangan soal santri tersebut, kepolisian mengaku telah melakukan sejumlah langkah untuk mengusut kematian santri AH (13).
Plh. Kasubbid Penmas Humas Polda Jambi Kompol M Amin Nasution menyatakan, perkara meninggal dunia santri di kabupaten Tebo, Jambi telah naik ke tahap sidik oleh kepolisian setempat.
"Informasi perkara sudah naik sidik oleh Satreskrim Polres Tebo," kata Amin pada Tribun, Jum'at (15/3/2024).
Baca juga: Santri Meninggal, Kemenag Tebo akan Sanksi Ponpes Raudhatul Mujawwidin Jika Terbukti Lalai
Baca juga: Viral Hotman Paris Desak Kapolda Jambi untuk Selidiki Ulang Kasus Kematian Anak di Ponpes Tebo
Menurutnya, kasus meninggalnya AH santri pondok pesantren di Tebo, Jambi akan di asistensi Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Jambi.
"Kasus ini akan di Asistensi atau di cek Krimum polda Jambi ke Polres Tebo," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Salim Harahap pergi ke Jakarta untuk menemui pengacara kondang Hotman Paris. Dia mengaku telah satu minggu di Jakarta bersama istrinya.
Tujuannya ke Jakarta untuk mencari keadilan atas kematian anak remajanya di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Mujawwidin Unit 6 Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Salim mengungkapkan misteri kematian anak laki-lakinya itu hingga kini belum terungkap di Polres Tebo.
"Sudah lima bulan, tapi sampai sekarang perkembangannya masih sama dengan beberapa bulan lalu. Belum ada tersangka, sementara hasil autopsi jelas mengatakan kematian anak saya gegara benda tumpul," kata Salim, Kamis (14/3/2024).
Akibat tak puas dengan proses hukum yang kini berjalan di Polres Tebo, Salim berangkat ke Jakarta menemui Hotman Paris.
Warga Desa Muara Kilis ini berharap Hotman Paris dapat membantu untuk memenuhi rasa keadilan bagi keluarganya.
"Sudah ketemu dengan asistennya, besok rencananya ketemu dengan Pak Hotman Paris. Beliau juga sudah siap bantu dan sudah upload di instagramnya terkait kasus ini," ujar Salim.
Sementara itu, Kapolres Tebo AKBP I Wayan Arta Ariawan menjelaskan bahwa kasus iyu masih berproses.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.