Tagih Biaya Make Up Pengantin, Tukang Rias di Sukabumi Malah Dianiaya Orangtua Mempelai

Tagih biaya kekurangan make up pengantin, tukang rias bernama Fikri Firdaus malah dianiaya orang tua pengantin pria.

|
Editor: Suci Rahayu PK
Shutterstock
ILUSTRASI Penganiayaan 

Tukang rias pengantin   dianiaya

TRIBUNJAMBI.COM - Tagih biaya kekurangan make up pengantin, tukang rias bernama Fikri Firdaus malah dianiaya orang tua pengantin pria.

Penganiayaan yang dialami korban Fikri Firdaus terjadi di Jalan Ciaul Pasir, Kelurahan Cisaru, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (10/3/2024) malam.

Korban mengalami luka parah di bagian pelipis setelah dianiaya menggunakan gelas oleh pelaku DH (56), orang tua dari pengantin pria.

Kronologi

Kapolsek Cikole Kompol Cepi Hermawan membeberkan kronologi penganiayaan yang dialami Fikri Firdaus.

Peristiwa itu terjadi berawal ketika korban Fikri Firdaus datang bersama istrinya serta saudaranya ke rumah DH untuk menagih kekurangan biaya make up yang belum dibayar senilai Rp8.450.000.

Baca juga: Bermula Tegur Kelompok Anak Bermain Bola, Marbot Masjid di Kota Jambi Dianiaya Warga

Baca juga: Caleg Gagal di Cilegon Hentikan Aliran Air Bersih, Warga Jalan 1 Km Untuk Ambil Air

Saat menagih kekurangan pembayaran make up tersebut, kata Kompol Cepi, korban Fikri diancam menggunakan golok oleh pelaku DH.

"Korban kan sebagai tukang wedding atau tukang rias pengantin katanya enggak dibayar, waktu sama keluarganya ke sana (rumah terduga pelaku/TKP) ditanyain, minta dibayar lah, malah ngamuk terus dipukul pake gelas isi," kata Kompol Cepi, Selasa (12/03/2024)

"Iya maksudnya mungkin itu (golok) untuk nakut-nakutin aja, enggak sempet dipake, itu mah lukanya bekas dipukul pakai gelas.”

Melihat kondisi Fikri yang berlumuran darah karena dipukul oleh pelaku DH, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Korban dibawa ke rumah sakit R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil penanganan medis bahwa korban mengalami luka robek di bagian pelipis kepala," ucapnya.

Adapun pelaku DH, menurut Kompol Cepi, langsung kabur setelah menganiaya Fikri hingga berlumuran darah.

"Pelakunya melarikan diri, kemarin juga sudah kita sisir tapi melarikan diri," tutur Kompol Cepi.

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Berhasil Tekan Stunting, Warga Berharap Program PTPN Terus Berlanjut

Baca juga: Bermula Tegur Kelompok Anak Bermain Bola, Marbot Masjid di Kota Jambi Dianiaya Warga

Baca juga: Caleg Gagal di Cilegon Hentikan Aliran Air Bersih, Warga Jalan 1 Km Untuk Ambil Air

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved