Pemkot Jambi Akomodir 776 Pedagang Berjualan di Pasar Bedug
Pemkot Jambi mengakomodir 776 pedangan untuk berjualan di pasar bedug yang dikelola pemerintah setempat selama Ramadhan.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengakomodir 776 pedangan untuk berjualan di pasar bedug yang dikelola pemerintah setempat selama Ramadhan.
Penjabat Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih di Jambi, Selasa,(12/3/2024) mengatakan Pemkot Jambi mengelola tiga lokasi pasar bedug yang terdapat di Kecamatan Pasar Kota Jambi.
"Pasar bedug merupakan agenda tahunan yang sudah menjadi bagian dari upaya untuk menstimulasi tumbuh kembangnya pelaku usaha kecil, terutama usaha di bidang kuliner dan makanan ringan," kata Sri saat agenda peresmian pasar bedug di kawasan Pasar, Kota Jambi.
Momentum pasar bedug ini diharapkan mampu menumbuh kembangkan semangat wirausaha baru, serta meningkatkan peluang bisnis bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya agar semakin kreatif dan menghasilkan makanan juga minuman yang sehat.
"Saya berharap kuliner yang diperjual belikan dalam areal pasar bedug ini dapat mengutamakan makanan tradisional yang bersih, steril dan merupakan cirri khas daerah, terutama kuliner khas Kota Jambi. Kita harus bangga bahwa kuliner Kota Jambi tidak kalah lezatnya dengan kuliner di daerah lainnya di Indonesia," kata dia.
Dia berharap pasar bedug 2024 yang dikelola Pemkot Jambi dapat menjadi media bagi masyarakat, untuk lebih mengenal lagi setiap makanan-makanan khas tradisional, sebagai bagian dari kearifan budaya lokal dan budaya daerah.
Kepada masyarakat Sri juga berpesan agar menjaga ketertiban dan kebersihan di lokasi pasar bedug tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Jambi Amran menyebutkan sebanyak 776 pedagang tersebut telah mendaftar sejak awal Maret 2024 lalu.
Ratusan pedagang itu tersebar di tiga lokasi pasar bedug yang dikelola Pemkot Jambi.
Dia menyebutkan 480 pedagang di jalan WR Supratman Pasar Jambi, 262 pedagang di kawasan Gang Siku, dan 34 pedagang di jalan Samratulangi, Pasar Jambi.
Pemerintah Kota Jambi, kata dia, mengenakan biaya untuk pedagang berjualan. Tarif ini dikenakan untuk biaya tenda, kebersihan dan keamanan.
Pedagang yang mengisi lapak-lapak di pasar bedug ini terdiri dari pedagang pakaian, makanan, minuman hingga aksesoris.
Selain pasar bedug yang dikelola Pemkot Jambi, di daerah itu juga terdapat pasar bedug yang dikelola swasta.
Ia menyebutkan rata-rata tiap kecamatan memiliki pasar bedug yang dikelola swasta baik skala besar maupun kecil.
Kehadiran pasar bedug ini diantaranya ada yang masuk melalui jadi PAD Kota Jambi.
"Ada yang masuk PAD Kota Jambi karena memang ramai, ada yang belum bisa menjadi PAD," kata dia.
Baca juga: H-1 Ramadhan, Warga Persiapkan Pasar Bedug di Pertigaan Taman Perumnas Kota Jambi
Baca juga: BPOM Jambi Cek 31 Sampel Tajil di Pasar Bedug Bungo
Baca juga: BPOM Jambi Periksa 185 Sampel Takjil Yang Dijual di Pasar Bedug, Ini Hasilnya
Nagita Slavina Dikabarkan Adopsi Anak Kembar Mpok Alpa, Raffi Ahmad Singgung Soal Rayyanza |
![]() |
---|
Tangis Nikita Mirzan Pecah saat Dengar Jawaban dari Ahli UU ITE, Ternyata Gegara Hal ini |
![]() |
---|
Akhirnya Lita Gading Datangi Polda Butut Laporan Ahmad Dhani, Sentil Pentingnya Kesehatan Mental |
![]() |
---|
Wujud Belasungkawa, Polda Jambi Gelar Salat Gaib untuk Driver Ojol |
![]() |
---|
Dosen UBR dan UNJA Lakukan Penelitian di Suku Anak Dalam Desa Nyogan, Muaro Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.