Berita Tanjab Timur

Hasil Panen Turun Hingga 50 Persen, Petani di Tanjab Timur Ungkap karena Hama Tikus dan Hama Wereng

Hasil panen padi di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak di tahun 2024 mengalami penurunan hingga 50 persen, berbanding jauh dari tahun sebelumnya

Penulis: anas al hakim | Editor: Herupitra
Anas Al Hakim/Tribunjambi.com
Hasil panen padi di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak di tahun 2024 mengalami penurunan hingga 50 persen, berbanding jauh dari tahun sebelumnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK- Hasil panen padi di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak di tahun 2024 mengalami penurunan hingga 50 persen, berbanding jauh dari tahun sebelumnya.

Sehingga untuk tahun ini, sejumlah Kelompok Tani mengalami kerugian yang cukup besar karena tak mampu menjual hasil panennya, dan hanya untuk konsumsi sendiri.

Hal tersebut di karenakan sebagian lahan sawah milik kelompok tani terendam banjir akibat luapan air sungai Batanghari yang meningkat. Selain itu juga karena adanya serangan hama tikus dan hama wereng.

Apri Anto, salah satu Petani di Kelurahan Simpang, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa untuk hasil panen padi tahun ini sangat menurun, dalam satu hektar saja paling banyak hanya mendapatkan 31 sak karung, bahkan di Kelompok tani lain cuman dapat 4 karung dalam satu hektar.

"Pokoknya dalam tahun ini gagal total, kita tidak mampu menjual, tapi untuk konsumsi sendiri aja, karena minimal kalau mau jual harus ada stok satu tahun untuk dirumah," jelasnya, Senin (4/03/24).

Baca juga: Viral Seorang Pria Tidur di Makam Ibu dan istrinya, Wafat di Waktu Berdekatan: Ingin Ikut Denganmu

Baca juga: Perolehan Suara Golkar, Nasdem, dan PKS Untuk DPRD Provinsi Dapil Kota Jambi

Lanjutnya, biasanya dalam satu hektar, jika kondisinya normal bisa menghasilkan 40 sak karung, bahkan jika kondisi pupuk bagus dan sesuai dengan kadar air para Petani mampu menghasilkan 60 sak karung gabah.

Untuk harga gabah sendiri saat ini jika Gudang yang ambil dipatok dengan harga Rp 10 ribu perkilogram, dan kalau jual lagi Rp 12 ribu perkilogramnya.

"Yang jelas kalau untuk bibit padi tidak masalah, namun yang jadi masalah adalah hama padi itu sendiri, ditambah lagi banjir. Jadi, kalau untuk sekarang kita untuk konsumsi pribadi saja, tapi kalau untuk pasokan ke Kabupaten sepertinya tidak terkejar," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Prediksi Skor Al Ain vs Al-Nassr di Liga Champions Asia Malam Ini - 23.00 WIB

Baca juga: Viral Mahasiswa Alami Gangguan Jiwa Usai Jadi Anggota KPPS, Stres Banyak Tugas

Baca juga: Bawa Sabu Residivis Penyalahgunaan Narkotika Kembali Ditangkap Satresnarkoba Polres Merangin

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved