Bayi Kembar Siam Meninggal
Bayi Kembar Siam Meninggal, Pihak RSUD KH Daud Arif Tanjab Barat Sebut Sudah Lakukan Sesuai SOP
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan konfrensi pers perihal bayi kembar siam, Senin (4/3/2024).
Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan konfrensi pers perihal bayi kembar siam, Senin (4/3/2024).
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Sahala Simatupang didampingi dokter spesialis yang menanagani kasus tersebut.
Pada kesempatan itu, dr Abdul Bahari spesial kandungan Kh Daud Arief Kabupaten Tanjung Jabung menjelaskan kronologis awal.
Ia menuturkan, awal mula pasien datang ke praktik dokter miliknya, pada saat itu pasien datang dalam kondisi kesakitan seperti ingin melahirkan.
"Pasien sempat kita USG, namun saya menduga ada kelainan pada janin ibu tersebut dan menyarankan untuk ke RSUD guna mendapatkan pelayanan terbaik," ujarnya.
Ia menduga, denyut jantung janin lemah, serta sangat beresiko jika dikeluarkan secara normal dan disarankan untuk operasi caesar.
Sementara itu, dr Idha Yulandari Spesialis anak RSUD KH Daud Arif mengatakan, pelayanan terbaik sudah dilakukan terhadap bayi kembar siam, namun karena kondisi bayi tersebut sangat memburuk atau tidak normal dan sempat mau dirujuk ke rumah sakit Jakarta.
"Kita sudah sampai ke orang tuanya untuk dirujuk," ujarnya.
Dikarenakan orang tua bayi terkendala biaya dan tidak memiliki BPJS Kesehatan maka untuk sementara tetap bertahan di ruang perawat bayi.
Sambil menunggu pihak rumah sakit berkoordinasi dengan kantor BPJS Kesehatan untuk dibuatkan dengan alasan kondisi sedang 'urgent'.
Sementara itu, Sahala Simatupang Direktur RSUD KH Daud Arif mengatakan, pelayanan yang dilakukan pihak rumah sakit sudah sesuai SOP.
Dan terkait kendala yang dihadapi pasien tersebut merupakan warga kurang mampu dan tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Menurutnya, hal tersebut sudah diatasi bahkan ibu dari bayi kembar siam sudah memiliki BPJS Kesehatan.
Saidi Hamzah orang tua bayi kembar siam menyebut, sudah menerima kepergian anak yang lahir dalam keadaan kembar siam.
Menurutnya, pelayanan yang dilakukan oleh pihak RSUD cukup baik dan dilayani dengan maksimal pada saat proses kelahiran anaknya.
Baca juga: Bayi Kembar Siam di Tanjab Barat Meninggal, Orangtua Kesulitan Biaya Operasi di Jambi-Jakarta
Baca juga: Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia, Dirut RSUD Tanjab Barat Enggan Berkomentar
Baca juga: Terkendala Biaya, Bayi Kembar Siam Asal Tanjabbar Belum di Rujuk ke Jakarta
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.