Senin, 11 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cinta Segitiga Seorang Caleg Muda DPR Dapil Jabar XI hingga Akhirnya Jadi Otak Pembunuhan

Sesampainya di Banjar mereka kemudian ke bengkel dan kemudian membuang jenazah Indriana ke jurang di dekat Tugu Patung Gajah

Tayang:
Editor: Duanto AS
(Kolase Istimewa)
Sosok Devara Putri, seorang caleg yang menjadi otak pembunuhan Indriana Dewi. 


TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ini kisah cinta seorang caleg DPR RI asal daerah pemilihan Jawa Barat.

Seorang calon legislatif (caleg) DPR RI, Devara Putri Prananda, menjadi otak pembunuhan perempuan bernama Indriana Dewi Eka gegara cinta segitiga.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat(Jabar), Kombes Pol Surawan, mengatakan pembunuhan dilatarbelakangi cinta segitiga antara kekasih Devara, Didot Alfiansyah, Devara Putri Prananda, dan Indriana.

Perempuan berusia 24 tahun itu sudah menjalin asmara dengan Didot selama lima tahun.

Namun, pada saat bersamaan, Didot juga menjalin hubungan dengan korban Indriana dan sudah berlangsung selama tujuh bulan.

Mengetahui hal ini, Devara akhirnya memberikan Didot pilihan. Jika Didot memilihnya, maka ia meminta agar nyawa Indriana dihabisi.

Walhasil kecemburuan Devara membuatnya Didot memilihnya.

Didot Alfiansyah lalu meminta bantuan temannya, Muhammad Reza Swastika, untuk menghabisi nyawa perempuan berusia 25 tahun itu.

Dalam melancarkan aksinya, Didot Alfiansyah dan Reza pura-pura mengajak korban pergi jalan-jalan dari Jakarta ke Sentul, Bogor, Jawa Barat, menggunakan mobil Avanza yang disewa, pada Selasa 20 Februari 2024.

Sesampainya di kawasan Bukit Pelangi Sentul, Reza menjerat leher korban dengan ikat pinggang selama 15 menit hingga korban tewas.

Setelah melakukan aksi keji itu, Didot dan Reza berangkat ke Jakarta menjemput Devara Putri Prananda sambil membawa jasad korban.

Keesokan harinya, sekira pukul 12.30 WIB, para pelaku membawa jasad korban menuju Pangandaran melalui Tol Cipali Cirebon.

Namun ketika di Kuningan, Jawa Barat mobil tersebut rusak dan akhirnya ditowing atau diangkut ke bengkel.

Untuk mengelabui orang lain, mulut korban ditutup masker seolah-olah terlihat tidur ketika berada di dalam mobil dan jasad Indriana berada dalam mobil selama empat hari, sebelum dikeluarkan oleh Didot dan Devara pada Jumat, 23 Februari 2024.

Mereka membuangnya ke jurang di belakang Tugu Gajah Kota Banjar, Jawa Barat dan menutup jasad korban dengan selimut.

Sebagai informasi, Caleg DPR RI dari Partai Garuda Dapil Jawa Barat XI itu ternyata mengumpulkan 226 suara dan termasuk rendah dibanding caleg dari Partai Garuda yang lain.

Dikutip Tribun dari goodkind.id, Devara Putri Prananda mempunyai misi mengusulkan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

Program ini akan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dibayar Iphone

Pembunuh bayaran bernama Muhammad Reza Swastika, dijanjikan uang sebesar Rp 54 juta oleh pasangan kekasih tersebut guna menghabisi nyawa Indriana.

Ironisnya, uang Rp54 juta yang dipakai Devara Putri Prananda dan Didot Alfiansyah untuk membayar Reza, ternyata hasil dari menjual barang-barang mewah milik korban.

Namun alih-alih menjual barang-barang mewah milik korban demi mendapatkan uang Rp 54 juta, Didot dan Devara hanya bisa membayar ekesekutor Rp 15 juta ditambah I Phone yang dirampas dari korban.

"Para pelaku menjual barang barang milik korban dengan harga Rp 54 juta dan memberikan imbalan kepada MR Rp 15 juta dan satu buah iPhone sebagai imbalan eksekutor," ungkapnya.

Kata Kombes Surawan barang-barang Indriana Dewi Eka yang dirampas adalah jam tangan merek Rolex dan tas Louis Vuitton (LV). "Barang berharga yang hilang jam tangan Rolex kemudian tas merek LV," katanya.

Walau mengenakan barang mewah, namun menurut Surawan korban bukan berasal dari keluarga yang mentereng. Indriana Dewi menurut Kombes Surawan bekerja sebagai broker bersama tersangka.

"DA dan korban satu kerjaan. Korban itu kerja broker," katanya. 

Kronologi pembunuhan Indriana

1. Selasa, 20 Februari 2024

Indri diajak Didot ke sebuah kafe di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dodit menjemput Indri di rumahnya kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Dodit membawa mobil sewaan jenis Avanza untuk pergi ke Sentul bersama temannya yang juga eksekutor Reza.

Dalam perjalanan pulang, di tempat sepi di kawasan Bukit Pelang, Desa Cijayanti (Babakan Madang), Didot menghentikan mobil dengan alasan hendak buang air kecil.

Ketika Didot keluar dari mobil, Reza langsung menjerat leher Indri dari belakang.

2. Rabu, 21 Februari 2024

Setibanya di Jakarta pada pagi hari, Didot dan Reza menghubungi Devara. Mereka bertiga kemudian kebingungan dan berputar-putar mencari lokasi pembuangan jenazah Indriana.

Setelah sepakat dan berbincang-bincang mereka akhirnya melaju menuju ke arah Cirebon, Jawa Barat melalui Tol Cipali.

Tubuh Indri dipakaikan masker seolah-olah sebagai penumpang yang sedang tidur.

3. Kamis, 22 Februari 2024

Mobil yang dikemudikan Didot mendadak mogok saat berada di Kuningan, Jawa Barat.

Kemudian mereka menghubungi towing dan menuju ke arah Ciamis, Jawa Barat tepatnya di penginapan Cisaga Indah.

4. Jumat, 23 Februari 2024

Karena masih mogok, mobil kemudian ditowing lagi dari Ciamis menuju Banjar, Jawa Barat.

Sesampainya di Banjar mereka kemudian ke bengkel dan kemudian membuang jenazah Indriana ke jurang di dekat Tugu Patung Gajah.

5. Minggu, 25 Februari 2024

Jenazah Indri ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut dan tangan terikat.

Kondisi jenazah sudah membusuk. (tribun network/rro/wly)

Baca juga: Analisis Politik, Angin Segar Partai Gurem dan Penghapusan Parliamentary Threshold 4 Persen

Baca juga: Kepala Seperti Ular Kobra, Harga Ikan Chana Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved