Pemilu di Jambi

Polresta Jambi Sebut Tak Ada Laporan Money Politic Dalam Kasus Keributan di TPS 23

Kasus keributan antara tim sukses Caleg PKN, Ketua RT 31 dan anggota KPPS 23 Kota Jambi berakhir damai.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Kasus keributan antara tim sukses salah satu calon anggota DPRD Kota Jambi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Jambi dengan Ketua RT 31 dan anggota KPPS 23 kelurahan Payo Lebar, kecamatan Jelutung berakhir damai. 

Soal dugaan politik uang yang memicu keributan di TPS 23 tersebut, Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi berkata pihaknya tengah melakukan penyelidikan soal dugaan tersebut.

"Sampai dengan sekarang kami masih menyelidiki ke arah itu. Untuk Bawaslu sendiri, kita belum terima laporan adanya indikasi dugaan money politic," ujar Kombes Eko, Jum'at (16/2/2024). 

Selain belum ada laporan masuk dari Bawaslu soal dugaan money politic di TPS yang sempat terjadi keributan itu. Ternyata Gakkumdu juga belum ada yang melaporkan. 

"Dari Gakkumdu belum ada masuk, dari Bawaslu juga belum ada laporan. Dari KPPS sendiri juga tidak ada melaporkan ke Gakkumdu dan Bawaslu," ujar Eko. 

Dia menambahkan, keributan yang terjadi tersebut merupakan tindak pidana murni, tidak ada kaitannya dengan tindak pidana pemilu. 

"Tindak pidana murni, tidak ada kaitannya dengan tidak pidana pemilu," tutupnya. 

Sebelumnya, Eko menerangkan, kedua belah pihak saling lapor ke Polresta Jambi karena keributan itu. Setelah saling lapor, kepolisian telah memeriksa sebanyak 10 orang saksi. 

"Karena mereka masih ada hubungan saudara, mereka sepakat untuk dimediasikan dan sepakat untuk berdamai. Itu sudah kita lakukan," kata Kombes Eko, Jum'at (16/2/2024). 

Lanjutnya, kedua kelompok yang besetru tersebut merupakan keluarga. Karena rata-rata yang terlibat tinggal di RT 25 dan RT 31, masih memiliki hubungan keluarga. 

Eko menyebut, peristiwa tersebut mengakibatkan 3 orang luka. Yakni ketua RT dibagian kepala, anggota KPPS di bagian tangan dan Roma suami dari caleg tersebut juga mengalami luka. 

"Ada tiga orang yang luka, saudara Roma, pak RT dan anggota KPPS," sebutnya. 

Pemicu keributan itu diawali karena  suami dari calon anggota legislatif dari PKN bernama Roma mendatangi TPS 23. Kelompok yang berjumlah 8 orang tersebut datang untuk menanyakan perolehan suara istri Roma, kenapa tidak ada. 

"Setelah dijelaskan oleh anggota KPPS ternyata ada perolahan suaranya," ujar Kombes Eko. 

Eko menjelaskan, awal kejadian itu, tim sukses dari PKN mendatangi TPS 23 yang berada di rumah ketua RT bernama Parcoyo untuk menanyakan perolehan suara. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved