Pilpres 2024

Gagasan Anies, Prabowo dan Ganjar Terkait Kedaulatan Teknologi Informasi di Debat Capres Terakhir

Menanggapi pertanyaan dari panelis terkait maraknya impor ponsel yang mengancam kedaulatan teknologi informasi di Indonesia, Capres nomor urut 1 Anies

Penulis: Zulkipli | Editor: Zulkipli
Ist
Prabowo Subianto Saat Debat 

TRIBUNJAMBI.COM - Menanggapi pertanyaan dari panelis terkait maraknya impor ponsel yang mengancam kedaulatan teknologi informasi di Indonesia, Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyebut akan melakukan beberapa langkah.

Pertama, Paslon nomor 1 akan melakukan peningkatan kualitas manusia dan inovasi di sektor teknologi informasi dengan cara berpasangan mendatangkan pakar untuk melakukan alih teknologi bersama-sama.

Kedua, memprioritaskan investasi yang masuk dalam bentuk padat karya yang didukung perbaikan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.

"Ini akan memberikan lowongan kerja kepada masyarakat lokal," sambung Anies.

Selain itu, Anies juga menekankan satu hal yang tidak kalah penting dalam pembangunan industri manufaktur telekomunikasi, yakni perlindungan hak atas intelektual.

Baca juga: Debat Capres 2024: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya 1 Desa, 1 Nakes dan 1 Faskes

"Kami memandang investasi pada karya, padat modal seperti ini akan memungkinkan Indonesia untuk melompat lebih cepat," tambahnya.

Sementara itu, Capres no 2 Prabowo Subianto menanggapi jawaban Anies tersebut menyebut bahwa pihaknya memberikan selalu memberikan solutif dan tindakan.

"Kalau memang hanya setengah triliun, bangun itu pabrik segera," ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga menyebut masalah teknologi selalu berhubungan dengan sumber daya manusia.

"Kita harus lebih banyak mendidik anak-anak kita lebih banyak di bidang sains, teknologi, enginering, matematik. Kita ambil anak yang terpintar, kita kirim ke luar negeri. Rebut itu teknologi," katannya.

Baca juga: Pada Debat Capres 2024 Prabowo Subianto Siapkan Dana dan Perluas Peluang Kerja untuk Disabilitas

Sementara itu, Capres no 3 Ganjar Pranowo dalam menanggapi persoalan impor ponsel ini menyebut bahwa kita punya industri swasta untuk ponsel, pabriknya ada di semarang dengan harga terjankau dan lebih murah.

"Kalau itu masuk e-katalog kita, ini bisa membantu mereka," ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga menawarkan solusi lain dengan menggandeng brand-brand ponsel dari luar untuk membangun pabrik mereka di Indonesia.

"Politik ini kalau kita mau mengkomparasikan, di India pernah dilakukan.

"Sehingga transformasi pengetahuan dan teknologinya semua bisa dilakukan dan kita tidak akan terlalu bergantung lagi," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved