Penerima Bansos PKH di Kabupaten Tanjab Timur Berkurang, 623 Keluarga Dianggap Sudah Mampu

Ada 623 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah Tanjab Timur.

Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Ada 623 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah Tanjab Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) di tahun 2024 ini berkurang. Ada 623 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah Tanjab Timur. Data tersebut berdasarkan data bulan November dan Desember 2023.

Koordinator PKH Kabupaten Tanjabtim, Zulkarnain mengatakan, bahwa jumlah penerima PKH tahun 2024 ini sebanyak 8.377 KPM. Jumlah itu berkurang dari awal tahun 2023 lalu sekitar 9.000 an KPM, yang mengacu data pada Desember 2022 lalu.

"Jadi, selang 1 tahun, penerima PKH ini terus berkurang, sehingga di tahun ini hanya 8.377 KPM yang mendapatkan PKH," jelasnya, Rabu (24/01/24).

Dijelaskannya, pengurangan jumlah KPM PKH ini ada beberapa faktor, seperti KPM yang sudah masuk kategori keluarga mampu dan keluar sendiri sebagai KPM. Kemudian juga berdasarkan hasil verifikasi berkaitan dengan pemenuhan syarat sebagai KPM dan juga terkait dengan pemadanan data kependudukan maupun perubahan data DTKS.

"Untuk pengurangan jumlah penerima PKH itu terjadi oleh beberapa faktor," terangnya.

Menurutnya, untuk penyaluran bantuan PKH ini masih dalam bentuk uang tunai di Dua lembaga bayar, seperti bank BRI melalui ATM maupun di agen BRI link, kemudian juga bisa melalui Kantor Pos. Untuk penyalurannya sendiri di BRI per 2 bulan, sedangkan di Kantor Pos per 3 bulan.

"Jadi kalau pun KPM A dan B dengan kategori komponennya sama itu nominalnya kemungkinan beda. Karena di BRI KPM menerima per 2 bulan dan di Pos menerima per 3 bulan," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, sedangkan untuk updating data kembali ke Pemerintah Daerah masing-masing. Pendamping PKH saat ini hanya mendampingi KPM yang sudah mendapat bantuan.

Sejauh ini ada beberapa kasus nama yang baru muncul. Namun nama yang baru muncul itu bukan lah data baru, melainkan hasil dari sinkronisasi data yang sebelumnya sempat terhenti karena ada problem.

"Nama-nama yang muncul tersebut, hasil dari pemadanan atau sinkronisasi data oleh pendamping PKH, sehingga namanya kembali muncul. Jadi tidak masuk dalam kategori penambahan data," pungkasnya.

Baca juga: Panwascam Muara Sabak Tanjab Timur Jambi Barat Lantik Anggota PTPS 7 Kelurahan

Baca juga: Baznas Tanjab Timur Serahkan Bantuan 150 Paket Sembako ke Korban Banjir

Baca juga: Siswi SMP di Tanjab Timur Dikabarkan Hilang Setelah Pamit Pergi Mengaji

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved