Pilpres 2024

TKN Bela Gibran Soal Pertanyaan Receh: Kalau Tak Bisa Jawab Bilang Enggak Paham, Jangan Cari Alasan

Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid membela Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam Debat Cawapres 2024.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Capture Kompas TV/ist/ kolase Tribun Jambi
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid membela Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam Debat Cawapres 2024. 

Saat debat berlangsung terdapat momen yang disebut tidak pantas dipertontonkan calon pemimpin kepada publik.

Sorotan sikap salah satu kandidat itu disampaikan Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid.

Dia menyebutkan bahwa suasana debat cawapres kedua Pilpres 2024 menjadi rusak akibat ada salah satu kandidat yang mencoba meremehkan pasangan calon (paslon) lain.

Upaya yang dimaksud itu dengan gimik yang tidak masuk ke substansi.

Menurutnya, debat itu semestinya tidak harus saling menjatuhkan antar paslon yang ada di atas panggung.

Sebab Yenny Wahid menilai bahwa hal itu menjadi ajang bagi masyarakat untuk menilai calon pemimpinnya.

"Jadi ada penilaian seolah-olah ada paslon tertentu yang berupaya untuk meremehkan paslon lainnya. Menurut saya kita membutuhkan debat yang bermartabat, debat yang menggali substansi, bukan debat yang diisi dengan upaya-upaya untuk menjatuhkan orang lain lewat cara-cara yang tidak sopan," kata Yenny di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).

Yenny Wahid tak menyebut salah satu kandidat yang merusak suasana debat tadi malam.
Namun, ia menyayangkan hal itu terjadi di dalam debat cawapres.

"Nah agak sedikit disayangkan sih bahwa kemudian suasananya menjadi rusak ketika ada persoalan cara menyampaikan debat yang tidak sesuai dengan norma kesopanan di Indonesia," ujarnya.

Kata Yenny, debat merupakan ajang bagi masing-masing kandidat untuk menyampaikan gagasannya saat menjadi pemimpin nantinya.

Gagasan yang dimaksud terkait kebijakan yang berkaitan dengan regulasi dan yang menjadi prioritas ketika menjadi presiden dan wakil presiden.

"Jadi seharusnya kan debat ini adalah ajang bagi para pemirsa di seluruh Indonesia untuk melihat, apa isi kepala paslon berkaitan dengan kebijakan, berkaitan dengan regulasi, berkaitan dengan apa yang akan mereka usung menjadi prioritas kebijakan ketika nanti menjabat sebagai presiden dan wakil dan wakil presiden," katanya.

Dia berharap debat terakhir nanti tak terulang lagi peristiwa serupa seperti tadi malam.

Yenny Wahid meminta kepada para calon pemimpin agar bisa menampilkan dan menjelaskan gagasanya secara baik kepada masyarakat Indonesia.

"Kira berharap bahwa debat ke depan betul-betul mendidik baik secara substansi maupun secara etika, kita menunjukkan bahwa usia berapa pun itu tetap bisa menghargai orang lain," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved