WAWANCARA EKSKLUSIF
Membaca Tanda-tanda Bencana Lewat Cuaca, Bincang Bareng Kepala BMKG, Ibnu Sulistyono
Bahkan, enam dari 11 pemerintah kabupaten-kota telah meningkatkan status tanggap darurat bencana banjir
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
SEJAK akhir 2023 hingga pertengahan Januari 2024, cuaca di Provinsi Jambi tidak begitu bagus. Akibatnya, musibah bencana banjir, tanah longsor terjadi di beberapa tempat, dari Jambi bagian barat hingga timur.
Fenomena banjir di Jambi terjadi dari hulu hingga hilir dari Sungai Batanghari.
Bahkan, enam dari 11 pemerintah kabupaten-kota telah meningkatkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki peran penting menginformasikan kondisi cuaca dan prakiraannya ke pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat.
Dari situ, pemerintah daerah akan merespons dengan kebijakan-kebijakan yang cepat untuk mengantisipasi dampak bencana.
Bagaimana kondisi cuaca Jambi beberapa waktu ke depan dan potensi banjir imbas cuaca buruk? Berikut wawancara Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha-Jambi, Ibnu Sulistyono, bersama Manajer Produksi Tribun Jambi, Duanto AS, pada Kamis (18/1).
Bagaimana kondisi cuaca Jambi terbaru, Pak?
Baik, BMKG Provinsi Jambi ingin berbagi ataupun menyampaikan update perkembangan musim hujan 2023/2024.
Dimulai dasaran II Desember 2023, ada beberapa wilayah yang mendapatkan curah hujan sangat tinggi, khususnya di wilayah Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin dan sebagian Kabupaten Tebo.
Dan di dasarian III Desember 2023 atau di akhir 2023 ditambah lagi wilayah Kabupaten Kerinci yang mendapat curah hujan tinggi. Rata-ratanya bisa mencapai lebih dari 300 mm.
Sehingga bisa kita lihat, bahwa akhir 2023 kemarin beberapa wilayah mengalami peningkatan curah hujan sehingga meningkatnya debit air.
Dan beberapa tempat terjadi genangan bahkan banjir dan beberapa lokasi, mengakibatkan tanah longsor.
Jambi bagian barat di Kerinci, turun lagi ke Merangin, Bungo, Tebo dan Batanghari, serta Kota Jambi, Muarojambi dan nanti akan berakhir pesisir timur. Kemarin disebut ada potensi banjir besar siklus 20 tahunan dalam pekan ini. Dalam analisis BMKG seperti apa ?
Mulai 16 Januari 2024 kemarin, muncul bibit siklon di wilayah utara benua Australia dan barat daya Bengkulu.
Akibat adanya dua titik siklon tersebut, ada beberapa wilayah yang mengalami penumpukan massa udara, adanya konvergensi massa udara yang menyebabkan banyak pertumbuhan awan-awan hujan di lokasi yang dilalui.
Hampir seluruh wilayah Pulau Sumatra dari Aceh hingga Lampung, lalu Jawa bagian utara atau pesisir Laut Jawa sampai ke Nusa Tenggara diprakirakan sampai 22 Januari ini, masih ada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, secara khusus di Provinsi Jambi.
Nanti, setelah 23 Januari, memang kami sudah memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Jambi ada tren penurunan curah hujan.
Khususnya wilayah Kabupaten Batanghari bagian timur, Tebo, sebagian besar Muarojambi, sebagian Kabupaten Tanjab Timur dan Tanjab Barat.
Tren itu mulai menurun sekitar pertengahan Januari atau dasarian III dan itu berlangsung sampai pertengahan Februari 2024.
Namun, ada wilayah yang masih ada potensi curah hujan tinggi, yaitu di sebagian kecil wilayah Kabupaten Bungo, sebagian Merangin dan sebagian besar Sarolangun, meskipun trennya juga sedikit menurun dibanding pada dasarian II-III Desember 2023 dan dasarian I Januari 2024.
Artinya masih ada waktu seminggu lagi sampai dengan 24 Januari intensitas hujan cukup tinggi?
Ya, sampai minggu ini curah hujan tinggi di Provinsi Jambi.
Bisa disampaikan titik mana yang perlu jadi perhatian ?
Untuk wilayah Provinsi Jambi, yang menjadi perhatian lebih khususnya tadi wilayah barat masih sebagian besar Sarolangun, Merangin sebagian Bungo dan Kerinci.
Kemudian di wilayah timur, yaitu sebagian Kabupaten Tanjab Timur, masih ada potensi hujan sedang hingga tinggi dari 22-23 Januari 2024.
Bagaimana pemerintah daerah bisa mengakses informasi dari BMKG, kemudian bisa menetapkan status bencana?
Kalau melihat data tersebut, kami juga mendapat informasi bahwa tinggi muka air Sungai Batanghari ini sudah hampir mencapai 15 meter.
Informasinya, kalau sudah di atas 15 meter itu sudah sampai ke jalan raya.
Namun dengan data yang saya sampaikan, untuk wilayah Sarolangun itu masih ada potensi curah hujan dan tetap diwaspadai.
Terkait informasi, kami selalu mengupdate perkembangan musim hujan dan musim kemarau.
Dan itu kami selalu menyampaikan ke seluruh pemerintah kabupaten-kota melalui BPBD provinsi dan kabupaten kota.
Data kami kirim juga ke kementerian, lembaga lain juga kami kirim.
Di samping itu, kami mengupdate informasi bulanan, dasarian, harian dan informasi peringatan dini dan terkait dampak apa yang ditimbulkan.
Dan juga ada media-media kanal-kanal dari Instagram, misalnya info BMKG Jambi.
Dan juga kami teruskan ke pimpinan kepala BPBD seluruh wilayah provinsi Jambi, ini terbuka bisa diakses.
Sebagai informasi untuk Tribuners, bagaimana cara membaca tanda-tanda cuaca bagi masyarakat?
Dari 2023 kemarin, informasi cuaca masih di tingkat kecamatan. Nanti kita upayakan dan sudah di-launching untuk prakiraan cuaca itu akan berbasis di tingkat kelurahan.
Dan untuk membaca informasi cuaca, secara umum pada saat musim-musim tertentu.
Kalau seandainya pagi itu cerah, kemudian pukul 07.00 -08.00 WIB suhunya umpamanya 25-26 derajat Celcius, namun tiga sampai empat jam kemudian suhu mengalami peningkatan lebih dari 3 derajat, itu bisa diwaspadai karena peningkatan suhu lebih dari 3-4 derajat pasti siangnya akan muncul awan-awan yang mulai tinggi, menjulang warnanya kelabu.
Nanti habis itu ada semacam angin sepoi-sepoi yang berembus ke arah kita, itu menandakan angin itu sudah mulai matang, dan itu dipastikan awan sudah terbentuk powering.
Untuk itu masyarakat sudah mulai waspada. (a musawira)
| Analisis Jebakan Utang di Proyek Kereta Whoosh, Siapa yang Harus Bayar Utang ke Cina |
|
|---|
| Pengakuan Bonatua Silalahi Diancam Saat Cari Salinan Ijazah Jokowi |
|
|---|
| Wawancara Eksklusif: 'Jangan Diamputasi, Ma, Abang Mau jadi Pemain Sepak Bola' |
|
|---|
| Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
|
|---|
| Saksi Kata, Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kepala-BMKG-Jambi-Ibnu-Sulistyono-kanan-dan-Manajer-Produksi-Tribun-Jambi-Duanto-AS.jpg)