WAWANCARA EKSKLUSIF
Tentang 'Payung Terakhir', Bincang Bareng Hendri Nursal, Pelaku Teater di Jambi
Sebagai seniman pemula pada 90-an akhir, Hendri tidak langsung terjun mendapatkan peran. Awalnya dia hanya ikut-ikutan setelah mendengar cerita
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
HENDRI Nursal pelaku seni di Jambi mengawali debutnya di dunia seni teater sejak 2000.
Namun, sebenarnya sejak 1998, dia juga telah belajar dari sang guru di SMA Unggul Sakti Jambi bernama Ida Bagus Putra hingga ikut pindah mengajar di sekolah kedua Hendry Nursal di SMA Attaufiq Jambi.
Sebagai seniman pemula pada 90-an akhir, Hendri tidak langsung terjun mendapatkan peran. Awalnya dia hanya ikut-ikutan setelah mendengar cerita orang lain. Hingga pada akhirnya, dia mendapatkan kenyamanan di dunia seni itu.
Bagaimana sosok yang bergelut di dunia teater sejak puluhan tahun itu? Berikut wawancara Hendri Nursal bersama Jurnalis Tribun Jambi, Fadli dan Tomi.
Di tahun berapa kenal dengan teater, Bang?
Saya kenal teater pertama kali di tahun 1998, baru mengenal ikut latihan. Pergelaran saya pada Februari 1999, tetapi tidak jadi. Saya hanya jadi tukang lampu, nunjukin lampu, geserin lampu, menghidupkan musik.
Harusnya saya ikut peran, tetapi kalau semuanya di panggung, siapa yang membantu abang-abang teknisi kala itu.
Kalau pergelaran yang sebenarnya pada 2000, sudah tua ternyata ya. Pergelangan pertama di Teater Tonggak, judulnya Ruwatan Bumi.
Apa saja yang dipelajari di teater?
Banyak yang dipelajari, teater itu ada ilmu dasarnya. Ada olah tubuh, olah napas, olah vokal, olah sukma. Olah sukma itu, kejiwaan kita, membangkitkan jiwa dalam arti kita membaca karakter.
Misalnya kita bertiga, saya membaca karakter Fadli itu harus olah sukma. Olah sukma itu ada meditasi, ada bermain imajinasi, lama-lama mirip sulap tapi yang penting jangan halusinasi.
Terakhir, baru ada namanya observasi, menonton pergelaran, melihat karakter orang.
Misalnya karakter menjadi orang gila, apakah saya harus melihat orang gila setiap hari, tidak. Jadi kita bisa membaca, bisa melihat kejiwaan itu seperti apa.
Dari semua ilmu teater tadi, menurut Abang, yang paling sulit dipelajari apa ?
Olah sukma, karena harus membangkitkan karakter diri kita, bukan diri kita. Kita harus mengeluarkan bukan diri kita, saya harus berkarakter seperti Tomi misalnya, kan bukan diri saya.
Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
![]() |
---|
Saksi Kata: Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
![]() |
---|
SAKSI KATA Pasien Somasi RSUD Kota Jambi, Pengacara: Anak 4 Tahun Meninggal |
![]() |
---|
Juliana Wanita SAD Jambi Pertama yang Kuliah, Menyalakan Harapan dari Dalam Rimba |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Rosdewi Ojol Jambi yang Akunnya Di-suspend karena Ribut vs Pelanggan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.