Jurnalis Tribun Ambon Dipukuli
Jurnalis Dipukul Pejabat saat Meliput di Ambon, Dewan Pers Minta Terapkan Pasal Berlapis
Insiden jurnalis dipukul pejabat saat bertugas di Ambon, dikecam banyak pihak. Bahkan Dewan Pers meminta polisi menerapkan pasal berlapis.
Dewan Pers minta penerapan pasal berlapis pada insiden jurnalis dipukul pejabat saat tugas meliput
TRIBUNJAMBI.COM - Insiden jurnalis dipukul pejabat saat bertugas di Ambon, dikecam banyak pihak. Bahkan Dewan Pers meminta polisi menerapkan pasal berlapis.
Diberitakan sebelumnya, Jurnalis TribunAmbon.com dianiaya Kepala PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLB) Cabang Maluku Utara.
Insiden kekerasan ini terjadi di jalan raya yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Gudang Beras Bulog (GBB) Halong milik Perum Bulog Drive Maluku - Maluku Utara, Kawasan Galala, Kota Ambon, Sabtu (13/1/2024).
Terduga pelaku atas nama Johan Isnain, Kepala JPLB Cabang Maluku.
Ahli pers Dewan Pers, Insany Syahbarwaty menyesalkan pemukulan berujung pengeroyokan terhadap jurnalis TribunAmbon.com, Jenderal Louis.
Baca juga: Jenderal Dipukuli Pejabat JPL Bulog Maluku Saat Liputan Truk Angkut Beras Bulog yang Tergelincir
Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jambi Pertanyakan Izin PT SAS Apakah Sudah Diperbaharui
Insany Syahbarwaty yang karib disapa Cannie menjelaskan, aksi kekerasan terhadap jurnalis itu melanggar Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.
Tertuang dalam Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500 juta".
Lanjutnya, mengacu pada kronologi kejadian; peristiwa yang diliput terjadi di ruang publik dan jurnalis melakukan tugasnya dengan tidak menanggalkan tanda pengenal.
Seharusnya, siapapun dia harus membuka ruang kepada Jurnalis untuk melakukan tugasnya dengan baik, bukan malah menghalang-halangi, apalagi menganiaya.
Sehingga, selain menciderai kebebasan pers, terlapor juga telah melakukan tindak pidana seperti diatur dalam KUHP tenang penganiayaan.
Jurnalis senior itu pun minta kepolisian hingga peradilan menerapkan pasal berlapis terhadap terlapor.
“Ada tugas profesi yang dilindungi Undang-undang disana, dan juga pidana. Jadi terancam pasal berlapis,” ujarnya, Senin (15/1/2024).
Insany pun berharap semua pihak mendukung proses hukum berjalan dengan semestinya sesuai aturan berlaku.
“Jangan ada cerita negosiasi atau restorative justice,” tandasnya
Baca juga: Sosok Maruarar Sirait, Politisi PDI Perjuangan yang Mengundurkan Diri Karena Ikuti Jejak Jokowi
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Selasa 16 Januari 2024, Emas UBS dan Galeri 24 Naik Rp 3.000 per gram
Kronologi Pemukulan
Sedang liputan truk bermuatan beras Bulog di Ambon yang tergelincir, jurnalis TribunAmbon bernama Jenderal Louis diduga dianiaya Kepala PT Jasa Prima Logistik Bulog (JPLB) Cabang Maluku Utara.
Insiden kekerasan ini terjadi di jalan raya yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Gudang Beras Bulog (GBB) Halong milik Perum Bulog Drive Maluku - Maluku Utara, Kawasan Galala, Kota Ambon, Sabtu (13/1/2024).
Terduga pelaku atas nama Johan Isnain, Kepala JPLB Cabang Maluku.
Menurut korban, aksi kekerasan terjadi saat meliput insiden truk bermuatan beras Bulog tergelincir.
"Saat sedang mengambil video, dia (Johan Isnain,red) memarahi saya dan melarang saya merekan," kata korban Jenderal Louis.
Saat tengah merekam, terlapor menghampirinya dan dengan suara lantang melarang korban yang tengah menjalankan tugas peliputan.
Korban lantas menurunkan HP yang digunakan untuk merekam dan kemudian menanyakan alasan pelarangan hingga menjelaskan keberadaannya selaku pewarta.
Namun, terlapor tidak menjelaskan alasannya pelarangan itu dan malah memukul korban.
"Saya menanyakan dengan baik-baik alasan kenapa melarang, namun dia tidak menjawab. Dia hanya menegaskan bahwa dia yang bertanggung jawab disini," katanya.
Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 9 IPA Halaman 144-145, Kode Genetik
"Tidak ada korban," tambahnya menirukan ucapan terlapor.
Korban pun menyayangkan kejadian di ruang publik itu, apalagi dilakukan oleh pejabat publik kepada wartawan yang bertugas untuk kepentingan khalayak.
"Kami menjalankan tugas dilindungi undang-undang," tandasnya.
Korban mengaku sudah menunjukkan id card, namun pelaku tetap melarang dan bahkan melakukan aksi kekerasan.
Kasus kekerasan ini sudah dilaporkan ke Polsek Baguala.
Korban sudah divisum dan diketahui mengalami memar di pelipis atas serta bengkak pada lengan.
"Laporan dan visum sudah," ujar Kapolsek Baguala, Iptu Mahadewa Bayu saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Sabtu.
"Terduga sementara kami amankan," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Ahli Pers Minta Terapkan Pasal Berlapis tuk Pelaku Pemukulan Jurnalis Jenderal di Ambon,
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jambi Pertanyakan Izin PT SAS Apakah Sudah Diperbaharui
Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 63 Dibuka, Begini Cara Buat Akun di Prakerja.go.id
Baca juga: Sosok Maruarar Sirait, Politisi PDI Perjuangan yang Mengundurkan Diri Karena Ikuti Jejak Jokowi
Kartu Prakerja Gelombang 63 Dibuka, Begini Cara Buat Akun di Prakerja.go.id |
![]() |
---|
Anggota DPRD Provinsi Jambi Pertanyakan Izin PT SAS Apakah Sudah Diperbaharui |
![]() |
---|
Jenderal Dipukuli Pejabat JPL Bulog Maluku Saat Liputan Truk Angkut Beras Bulog yang Tergelincir |
![]() |
---|
Sosok Maruarar Sirait, Politisi PDI Perjuangan yang Mengundurkan Diri Karena Ikuti Jejak Jokowi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.