Seorang Pria Ditemukan Meninggal
Kronologi Pria Akhiri Hidup di Cucian Mobil di Kota Jambi, Mondar-Mandir Bawa Tali Jemuran
Warga kelurahan Kenali Asam Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi digegerkan adanya pria yang mengakhiri hidupnya.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Warga kelurahan Kenali Asam Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi digegerkan adanya pria yang mengakhiri hidupnya.
Pria bernama bernama Muharro Jufri (31) Desa Sumber Sari Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan. Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin ditemukan tergantung di lokasi cucian mobil Galaxy Auto Detailing tempat korban bekerja.
Ananda salah satu pekerja cucian tersebut mengatakan, sebelum ditemukan meninggal korban awalnya membawa tali jemuran yang dikatakan korban untuk jemuran pakaian.
"Kami tanya dengan dia untuk apa bang, dia bilang untuk jemuran. Dak lama kemudian kami masuk mess cucian. Tapi dia masih mondar-mandir," kata Ananda.
Tak lama waktu berlalu, korban akhirnya mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Baca juga: Pria Akhiri Hidup di Cucian Mobil Dibawa ke RS Bhayangkara, Keluarga Minta Segera Dikebumikan
Baca juga: Pria yang Akhiri Hidup di Cucian Mobil Sempat Cerita Sedang Ada Persoalan Keluarga
Menurut Ananda, pegawai cucian mengetahui kejadian itu saat pagi hari, saat di cek CCTV kejadian itu sekira pukul 1.10 WIB.
"Mondar-mandir dak lama tu kejadian, kami cek di CCTV. Tapi yang dipakainya itu kalau dak beli atau dia nyari," ujarnya.
Menurut keterangan saksi-saksi, korban baru saja bekerja satu hari sebelum kejadian tersebut.
Bahkan korban sempat bercerita atau curhat kepada saksi bahwa korban sedang ada permasalahan keluarga dengan istrinya.
Kapolsek Kota Baru AKP Hanafi dikonfirmasi, Senin (8/1/2024) membenarkan hal itu.
Keluarga Tolak Outopsi
Kapolsek Kota Baru AKP Hanafi menyebutkan, setelah mengevakuasi korban Reskrim Polsek Kota menghubungi tim Identifikasi Polresta jambi, selanjutnya jenazah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Jambi.
"Sesampainya di RS Bhayangkara Piket Reskrim menghubungi keluarga korban atau istri korban. Setelah pihak keluarga sampai di rumah sakit personel menjelaskan kronologis kejadian," kata Hanafi.
Pihak keluarga korban pun meminta agar jenazah langsung dibawa untuk segera dikebumikan.
Pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan Outopsi atau bedah mayat karena pihak keluarga memahami atas musibah dan kejadian ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.