Berita Jambi

BMKG Jambi: Waspada Intensitas Hujan Meningkat Drastis di Jambi Bagian Barat

Badan Metereolgi Klimatologi Geofisika (BMKG) Jambi, menyatakan intensitas hujan di Provinsi Jambi Bagian Barat meningkat drastis.

Penulis: A Musawira | Editor: Deni Satria Budi
heru/tribunjambi.com
Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Kerinci, akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya sungai. BMKG Jambi, mengimbau masyarakat untuk waspada, khususnya yang berada di Jambi Bagian Barat, karena curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Metereolgi Klimatologi Geofisika (BMKG) Jambi, menyatakan intensitas hujan di Provinsi Jambi Bagian Barat meningkat drastis.

Untuk itu, masyarakat diminta waspada akan bencana hidrometeorologi, meliputi banjir dan tanah longsor.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono mengatakan, dalam sepekan ke depan, intensitas hujan meningkat drastis. Khususnya wilayah bagian barat di antaranya Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun dan Bungo.

“Intesitas hujan di wilayah ini masuk dalam kategori ekstrem atau mencapai 150 MM,” bebernya, pada Rabu (3/1/2024).

Kawasan Jambi bagian barat kata Ibnu merupakan daerah perbukitan. Jika intensitas hujan lebat akan membuat genangan air dan menimbulkan tanah longsor.

Ia juga menyebutkan pada awal Januari 2024 ini merupakan puncak pertama musim hujan. Kemudian puncak kedua akan terjadi pada April mendatang.

Tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, pada awal 2024 ini, membuat beberapa wilayah dilanda banjir dan longsor.

Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Batang Merao bahkan telah merendam ribuan rumah.

Tidak hanya pemukiman di bantaran sungai, banjir meluas ke sejumlah pemukiman yang selama ini aman dari banjir.

Berdasarkan data dari BPBD kabupaten Kerinci, Selasa (2/1), bencana banjir dan longsor di Kerinci dan Sungai Penuh menyebabkan 2.940 rumah di 41 desa dan 9 kecamatan terendam. Lokasi paling parah terjadi di kecamatan Depati Tujuh, yakni 16 desa.

Sedangkan longsor terjadi di lima titik di kecamatan Batang Merangin, yakni di Desa Pematang Lingkung, Lubuk Paku, Pasar Tamiai, Seberang Merangin dan desa Sungai Pegeh kecamatan Siulak.

Bukan hanya itu saja, bencana yang melanda wilayah Kerinci ini bahkan sudah memakan korban yakni warga yang terseret banjir hingga tertimbun longsor.

Selain itu, jalan nasional Bangko-Kerinci putus, akibat jembatan yang ambruk karena derasnya banjir. Bahkan disebut, banjir kali ini banjir terparah di Kerinci sepanjang tahun 2023.

Sementara itu, di Kabupaten Bungo, banjir juga melanda sejumlah kecamatan. Akibatnya, ratusan hektare lahan padi di Kabupaten Bungo, terancam gagal panen. 

Baca juga: Curah Hujan di Kerinci Sungai Penuh Masih Tinggi, Wako Ahmadi Harap Normalisasi Sungai Batang Merao

Baca juga: Update Banjir Kerinci Jambi - 3.588 Rumah di 75 Desa Tergenang Banjir, 10 Titik Longsor

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved