Pembangunan TUKS Stockpile Batu Bara, PT SAS Rencanakan Penghijauan Antisipasi Dampak Lingkungan

Rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses atau SAS hingga kini masih menuai polemik

Penulis: A Musawira | Editor: Herupitra
(tribunjambi/ Hasbi Sabirin)
Ilustrasi-Menteri Luhut B. Panjaitan Minta stockpile batu bara di Kawasan Candi Muara Jambi Dipindahkan, Warga Muarojambi Berharap Pemda Bisa Wujudkan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses atau SAS hingga kini masih menuai polemik.

Satu diantara yang persoalkan warga mengenai dampak lingkungan dari aktivitas itu terutama di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi dan desa lain di Kabupaten Muaro Jambi.

Divisi Perencanaan Teknis PT SAS, Ibnu Ziadi saat pertemuan saran dan pendapat bersama ketua RT se-Kelurahan Aur Kenali bersama Pemprov Jambi, baru-baru ini menyebut bahwa pihaknya akan semaksimal mungkin membuat rancangan yang ramah lingkungan.

“Rencana TUKS PT SAS, jadi kekhawatiran kita akan dampak polusi, dampak kebisingan dan sebagainya. Areal yang seluas 70 hektare sementara yang akan dimanfaatkan maksimalnya hanya 7.7 hektare dan untuk stockpile sendiri yang menjadi batu bara kurang lebih ada 2 hektare,” katanya.

Ibnu bilang saat ini TUKS masih dalam proses perancangan, pihaknya sangat memperhatikan apa yang sudah tertera didalam dokumen Amdal dan rencana UKL-UPL yang sekarang masih dalam proses penyusunan.

“Di dalam perencanaan kami sudah mempertimbangkan apa yang menjadi faktor-faktor yang menjadi problem. Terutama berkaitan dengan jarak antara stockpile dengan intake PDAM itu kami melakukan pengukuran kurang lebih jaraknya 280 meter. Kemudian jarak stockpile ke kantor PDAM kurang lebih 700 meter dan 1 km dari perumahan warga,” ucapnya.

Baca juga: Pembangunan 12 Underpass di Jalan Khusus Batu Bara, PT SAS Klaim Progres Baru 25 Persen

Baca juga: ATJ Minta Perusahaan Batu Bara Lunasi Kewajiban

Dari luasan lahan yang dimiliki, pihaknya merencanakan terhadap area-area yang tidak terbangun ini akan dilakukan penghijauan untuk antisipasi dampak debu dan sebagainya.

“Kami juga mencari informasi tentang laju angin di kawasan tersebut kurang lebih 10 km per jam. Jadi, kalau kita analisa dari ketinggian peralatan kita dan timbunan batu bara dengan jarak yang masih lumayan jauh kemungkinan untuk terdampak polusi dan sebagainya bisa kita antisipasi dengan penamaan pohon,”

“Pada prinsipnya kami dari PT SAS akan mengakomodir ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Amdal maupun dari UKL U nantinya. Saya berhadap dengan keberadaan TUKS PT SAS ini menjadi percontohan untuk TUKS dari daerah lain,” pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Jadwal Kampanye Ganjar Hari Ini di Jawa Tengah, Mahfud MD Menuju Jawa Timur

Baca juga: Rio Afriandi Sihotang Bikin Juri X Factor Terpukau, Ternyata Keponakan Judika

Baca juga: Pelantikan Eselon II Tanjab Barat Dijadwalkan Awal Tahun 2024, Berikut Nama yang Lulus 3 Besar

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved