Pemerintahan
Sektor Pertanian Masih Jadi Idaman di Kabupaten Batanghari
Kepala BPS Batanghari, Hartono mengatakan sektor pertanian masih menjadi primadona dan idaman bagi masyarakat Kabupaten Batanghari.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Batanghari telah merilis hasil sensus pertanian di Kabupaten untuk tahun 2023.
Kepala BPS Batanghari, Hartono mengatakan bahwa dari hasil sensus pertanian yang dilakukan 10 tahun sekali ini. Sektor pertanian masih menjadi primadona dan idaman bagi masyarakat Kabupaten Batanghari.
"Berdasarkan hasil sensus pertanian, sektor pertanian ini masih menjadi idaman masyarakat Kabupaten Batanghari untuk menjadi tumpuan dan tempat untuk mencari penghasilan," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pada tahun 2023 ini ada tambahan usaha pertanian di Kabupaten Batanghari.
Dimana pada tahun 2013 usaha pertanian di Kabupaten Batanghari berjumlah 37.846 bertambah ditahun 2023 menjadi 50.542 atau jika di presentasikan naik sebesar 33,55 persen.
"Sebagian besar penduduk mengandalkan pertanian sebagai leading sektor," ujarnya.
Hartono mengatakan bahwa usaha pertanian yang paling mengalami peningkatan cukup signifikan terjadi di Kecamatan Batin XXIV dengan jumlah peningkatan hingga 58,50 persen.
Kemudian disusul Kecamatan Mersam sebesar 53,15 persen dan Kecamatan Pemayung 33,99 persen.
Dengan meningkatnya angka sensus pertanian di Kabupaten Batanghari ini, Hartono meminta Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk dapat fokus pada perkembangan pertanian di Kabupaten Batanghari dengan memberikan bantuan bibit dan mencari peluang pemasaran untuk sektor pertanian.
"Pemerintah sebaiknya fokus bagaimana pertanian-pertanian akan tetap berkembang. Baik bibit sampai dengan pemasarannya,"jelasnya.
Meski usaha pertanian di Kabupaten Batanghari mengalami peningkatan, Hartono menjelaskan bahwa jika dilihat ada penurunan pada subsektor pertanian di Kabupaten Batanghari. Khususnya pada komoditi padi dan juga ikan.
Dimana berdasarkan data sensus pertanian di Kabupaten Batanghari pada tahun 2023, komoditi padi turun dari 7.333 ditahun 2013 menjadi 6.202 ditahun 2023.
Dan Budidaya ikan yang sebelumnya 964 ditahun 2013 menjadi 817 di tahun 2023.
Lebih lanjut, Hartono mengatakan bahwa menurunnya subsektor pertanian pada komoditi pada bisa jadi akibat banyaknya petani yang beralih menjadi petani sawit.
"Padi adalah sesuatu yang penting karena berkaitan dengan ketahanan pangan tapi kita juga melihat realitanya perkebunan itu lebih menjanjikan bagi petani. Karena pertama merawatnya mudah kemudian hasilnya juga menjanjikan berbeda dengan tanaman pangan yang baru bisa dinikmati hasilnya tiga atau empat bulan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bosakabakear.jpg)