Nobar Debat Cawapres, Ketua TPD Edi Purwanto: Pak Mahfud Lebih Realistis dan Jujur

Ketua Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Provinsi Jambi, Edi Purwanto menilai Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD lebih realistis dan jujur saat debat.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Ketua Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Provinsi Jambi, Edi Purwanto menilai Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD lebih realistis dan jujur saat debat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Usai nonton bareng (nobar) Debat Cawapres, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Provinsi Jambi, Edi Purwanto menilai Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD lebih realistis dan jujur.

"Pak Mahfud lebih jujur dan realistis menyampaikan fakta fakta yang ada, mengajarkan kepadanya kita semua untuk tidak berimajinasi dan kurang reslistis," ujarnya, Sabtu (23/12/2023) malam.

Ia mencontohkan seperti yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar yang dinilai tidak realistis untuk memberikan 5 persen APBN untuk kredit usaha anak muda.

"Mohon maaf pak Muhaimin, harusnya melihat postur APBN kita berapa, 5 persen untuk dibagikan kepada ekonomi kreatif anak anak muda, menurut saya sih harus dilihat, karena ada mandatory speending untuk kesehatan harus 10 persen, pendidikan harus 20 persen, infrastruktur dan sebagainya," jelasnya.

Kata dia hal ini harus dikaji dengan baik, ditambah lagi ada dana desa Rp 5 miliar, dibagi dengan jumlah desa di Indonesia yang cukup banyak.

"Jangan sampai nanti spiritnya kesana tapi negara kita nggak kuat, sumber pendapatan APBN yang harus digali harus jelas sepeti apa modelnya," ungkapnya.

Sementara itu untuk Cawapres nomor urut 2, Gibran ia menilai soal hilirisasi ini selama 10 tahun Jokowi menjabat selalu didorong, namun faktanya belum dapat dilaksanakan dengan baik.

"Misalnya di Jambi, kita punya karet punya sawit sampai hari ini kan juga masalah harga masih dipengaruhi betul, sehingga memang proteksi terhadap petani hari ini belum bisa kita lakukan, Menurut saya hilirisasi penting tapi terobosan-terobosan nyata model-model nyata silakan," ungkapnya.

Untuk wilayah Sumatera Edi mengakui seperti nikel, namun di tempat-tempat lain dan sektor-sektor lain harus juga dorong. Kata dia tidak bisa satu sisi, semua provinsi harus didorong agar persaingannya baik.

Termasuk juga ia menilai bahwa wacana untuk membuat badan baru, yakni badan pendapatan keuangan negara seperti pajak, ia menilai hal tersebut bukan solusi.

"Menurut saya betul, tapi kalau terlalu banyak bikin badan dan APBN kita juga akan terkuras, menurut saya apa yang ada kita efektif kan kita efisien kan kita dorong bagaimana akuntabel, kita dorong bagaimana ada terobosan inovasi-inovasi sehingga bangsa kita betul-betul menjadi bangsa yang berdikari dan berdaulat," jelasnya.

Kemudian ia juga mengkritis Cawapres nomor urut dua yang memberikan pertanyaan dengan singkatan dan istilah bahasa asing.

"Hindarilah singkatan-singkatan yang mohon maaf bahasa luar, kita ini bangsa Indonesia harus bangga dengan berbahasa Indonesia itu sendiri, bukan berarti kita nggak tahu pertanyaan-pertanyaan jangan pertanyaan menjebak tapi pertanyaannya mengedukasi," ujarnya.

"Seperti tadi pertanyaan ke pak Muhammad bilang saja ekonomi syariah, selesai urusannya, itu menurut saya sudah diformat menjebak supaya calon wakilnya tidak menjawab," tambahnya.

Kata dia debat ini harusnya tidak menjebak dan tidak menjatuhkan marwah seorang calon pemimpin, tapi pendorong gagasan-gagasan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved