Pengungsi Rohingya
Dipindahkan dari Area Tambak, Orang Rohingya Butuh Akses Air
180 pengungsi Rohingya yang ditampung di pinggir Pantai Gampong Blang Raya, Kabupaten Pidie, dipindahkan karena buang air besar (BAB) sembarangan.
BAB di tambak warga, Rohingya yang ditampung di pinggir Pantai Gampong Blang Raya, Kabupaten Pidie, dipindahkan
TRIBUNJAMBI.COM - Sebanyak 180 pengungsi Rohingya yang ditampung di lokasi tambak pinggir Pantai Gampong Blang Raya, Kabupaten Pidie, dipindahkan.
Keuchik Gampong Batee Zakaria menyatakan pemindahan tersebut dilakukan agar pengungsi Rohingya lebih mudah mengakses air untuk berbagai keperluan, termasuk BAB.
Keuchik Zakaria menegaskan bahwa masyarakat sebelumnya menolak kedatangan etnis Rohingya, namun, mereka setuju untuk menampung sementara atas permintaan Pemerintah Kabupaten Pidie.
Dalam kondisi ini, mungkin perlu dipertanyakan apakah pemerintah setempat telah menyediakan infrastruktur yang memadai untuk menangani kebutuhan dasar pengungsi, seperti tempat buang air.
Baca juga: Realisasi Dana Desa dari Provinsi Jambi untuk Sarolangun Sudah 100 Persen, Ini Kegunaannya
Baca juga: Polda Sumut Sebut 5 Mayat Temuan Polisi di Unpri Medan, Berbeda dengan 2 Mayat pada Video Viral
Sementara itu, Protection Associate UNHCR Yance Tamaela menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha mencari solusi bersama kepolisian dan tokoh masyarakat.
Meskipun ada kesepakatan untuk menempatkan pengungsi di tenda di pesisir, keluhan warga terkait perilaku pengungsi menunjukkan bahwa perlu tindakan lebih lanjut.
Dalam melihat permasalahan ini, perlu diambil pendekatan holistik.
Pertama, pemerintah setempat harus bekerja lebih keras untuk menyediakan fasilitas dasar, termasuk tempat buang air, sehingga pengungsi dapat hidup dengan layak tanpa mengganggu masyarakat setempat.
Baca juga: Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Butuh Anggaran Rp 1 Triliun Per Hari, Ini Rinciannya
Baca juga: Prediksi Skor Zrinjski Mostar vs Aston Villa, Cek Head to Head dan Statistik Tim, Kick off 00.45 WIB
Kedua, komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, masyarakat, dan UNHCR harus dibangun untuk mengatasi ketidaksetujuan awal dan membangun pemahaman bersama.
Pentingnya memberikan pendidikan kepada pengungsi tentang norma-norma dan budaya lokal juga tidak boleh diabaikan.
Dengan pendekatan ini, diharapkan ke depannya dapat tercipta kerjasama yang harmonis antara pengungsi Rohingya dan masyarakat Gampong Blang Raya.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul BAB di Tambak Ikan Warga, Pengungsi Rohingya Kini Dipindahkan Jauh dari Pekampungan Warga,
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Irish Bella Sudah 8 Bulan Pisah Rumah dengan Ammar Zoni, Tak Tahu Suaminya Pakai Narkoba Lagi
Baca juga: Polda Sumut Sebut 5 Mayat Temuan Polisi di Unpri Medan, Berbeda dengan 2 Mayat pada Video Viral
Baca juga: Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Butuh Anggaran Rp 1 Triliun Per Hari, Ini Rinciannya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.