Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gunung Marapi Erupsi

Daftar Nama dan Umur Korban Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Marapi

Berikut daftar nama dan jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.

|
Editor: Darwin Sijabat
Ist
Berikut daftar nama dan jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat berjumlah 23 orang. 

Jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi berjumlah 23 orang. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut daftar nama dan umur korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat yang berjumlah 23 orang.

Korban terakhir yang berhasi diidentifikasi Tim DVI Polda Sumbar pada Rabu (6/12/2023) bernama Siska Alfina (22).

Dengan demikian, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumbar, Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan pihaknya sudah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah.

"Alhamdulillah, sampai jenazah ke 23 ini, tidak ada kesulitan untuk melakukan identifikasi," ujarnya.

Pada saat identifikasi jenazah Siska Alfina, pihaknya melakukan proses identifikasi melalui sidik jari dan mencocokan riwayat penyakit yang bersangkutan.

Dia menerangkan kondisi jenazah secara umum saat proses identifikasi, masih terbilang utuh, mudah dikenali dan mengalami sejumlah luka bakar.

"Proses identifikasi 23 jenazah sudah selesai dan jenazah semuanya sudah dijemput pihak keluarga," ujarnya.

Lisda mengaku, Tim DVI masih menunggu instruksi lanjutan dari pimpinan terkait kelanjutan posko DVI.

Baca juga: Liarni Korban Erupsi Gunung Marapi Asal Jambi Dikenal Pribadi yang Baik

Baca juga: Presiden Jokowi Bantah Buntuti Kampanye Ganjar Pranowo dengan Dalih Kunjungan Kerja

Baca juga: Panji Menikah di Penjara Usai Jadi Tersangka Pembunuhan Echa Tampubolon, Istri Pulang Usai Akad

"Sampai ada instruksi lebih lanjut kami akan stand by di sini," ujarnya.

Berikut adalah daftar korban jiwa yang telah teridentifikasi:

1. Muhammad Adan/21 tahun

2. Muhammad Teguh Amanda/19 tahun

3. Nazahra Adzin Mufadhol/22 tahun

4. Muhammad Alfikri/19 tahun

5. Nurva Afitri/27 tahun

6. M. Wilki Syaputra/20 tahun

7. Divo Suhandra/26 tahun

8. Afranda Junaidi/26 tahun

9. Wahlul Alde Putra/19 tahun

10. Riski Rahmat Hidayat/20 tahun

Baca juga: Jasad 4 Anak di Jagakarsa Jaksel yang Ditemukan Membusuk, Disusun Bareng Foto Keluarga dan Boneka

11. Reyhani Zahra Fadli/18 tahun

12. Filhan Alfiqh Faizin/18 tahun

13. Aditya Prasetyo/20 tahun

14. Yasirli Amri/20 tahun

15. Irfandi Putra/21 tahun

16. Muhammad Iqbal/23 tahun

17. Ilham Nanda Bintang/21 tahun

18. Novita Intan Sari/39 tahun

19. Lenggo Baren/19 tahun

20. Zikri Habibi/19 tahun

21. Liarni/22 tahun

22. Frengki Chandra Kusuma/23 tahun

23. Siska Alfina/22 tahun

Untuk diketahui, Gunung Marapi mulai erupsi pada Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB. Ketika itu terjadi letusan dan gunung tersebut menyeburkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari puncak.

Saat erupsi terjadi, sebanyak 75 pendaki tengah beraktivitas di kawasan gunung. Selain 23 korban meninggal itu, sebanyak 52 pendaki berhasil dievakuasi selamat.

Liarni Korban Erupsi Gunung Marapi Asal Jambi Dikenal Pribadi yang Baik

Liarni (22) menjadi korban erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat. Saat itu dia sedang mendaki gunung bersama teman-temannya.

Baca juga: Mahasiswi Asal Jambi yang Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi Kuliah di UNP Jurusan Tata Rias

Liarni berstatus warga jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Sungai Asam Pasar Jambi, Kota Jambi. Liarni diketahui merupakan mahasiswi jurusan tata rias dan kecantikan Universitas Negeri Padang. 

Yusuf Ketua RT 05 Kelurahan Sungai Asam berkata, keluarga Liarni sudah pindah ke Sumani, Solok, Sumatera Barat sejak Liarni menyambung pendidikan di kota Padang. 

Menurut ketua RT tersebut, Liarni dikenal oleh warga sekitar Pasar Jambi dan anak sebayanya merupakan pribadi yang baik dan ceria. 

"Anaknya baik, bergaul di sini sama warga sama anak seusianya anak itu juga lincah. Bapak mamaknya orang baik begaul disini," kaya Yusuf, Rabu (6/12/2023). 

Yusuf mengungkapkan bahwa orang tua Liarni memiliki empat orang anak, sedangkan Liarni merupakan anak paling bungsu dari pasangan Basri dan Yuliana yang sudah bermukim puluhan tahun di Kelurahan Sungai Asam. 

"Liarni ini anak paling bungsu, dia berempat bersaudara 2 laki-laki dan 2 perempuan," ungkapnya. 

Sejak keluarga Liarni pindah ke Sumatera Barat, Yusuf sudah tidak pernah bertemu orang tuanya. Namun terakhir kali kakak Liarni pernah menjumpai Ketua RT tersebut untuk mengurus surat pindah. 

"Terakhir kakak dia lah, kakaknya ngurus surat pindah. Kabarnya masih di provinsi Jambi tapi tidak tau pasti dimananya," ujarnya. 

Sebelumnya, keta RT mengaku sudah mendapatkan kabar Liarni menjadi korban erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat sejak dua hari lalu, dia mendapatkan kabar tersebut dari pesan whatshapp. 

"Iya benar, 2 hari lalu saya dapat kabar dari WA yang dikirim oleh keluarga korban, dia bilang Liarni meninggal dunia jadi korban erupsi Gunung Marapi," kata Yusuf saat ditemui Tribun Jambi dikawasan pasar Jambi, Rabu (6/12/2023) sore. 

Yusuf menyebutkan, Liarni bersama keluarga sudah lama pindah dari pemukiman tersebut, setidaknya keluarga Liarni tinggal di kawasan pasar Jambi sejak Liarni lahir. Keluarga Liarni pindah ke Sumani, Solok, Sumatera Barat. Namun, pihak keluarga secara administrasi tidak pernah mengurus surat pindah. 

"Sudah lamo pindah, balik kampung ke Sumani, Solok meraka pindah waktu Liarni tamat sekolah nyambung kuliah ke Padang keluarga ikut pindah perkiraan pindah 2019 atau 2020. Sejak kecil, mungkin dari lahir bapak mak dia tinggal disini," sambungnya. 

Menurut Yusuf, salah satu korban erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat juga bersekolah di kota Jambi. Saat Sekolah Dasar, Liarni bersekolah di SD 6 kota Jambi dan SMK 4 Jambi. 

"Sekolah SD dekat sini lah SD 6, SMK Liarni di SMK 4," katanya. 

Orang tua Liarni merupakan pedagang di kawasan Pasar Jambi sejak Liarni kecil, seingat Ketua RT kedua orang tuanya berdagang es di dekat hotel Abadi. 

"Nama bapaknya Basri, kalau ibunya Nurliana. Orang tuanya berdagang es, sejak pasar ini sepi dan Liarni kuliah di Padang mereka pindah," ungkap Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, menurut data dari humas Basarnas Jambi Lutfi, korban yang berasal Jambi tersebut merupakan warga Provinsi Jambi. Tim gabungan yang berada baru berhasil mengidentifikasi korban  hari ini, Rabu (6/11/2023). 

"Kita baru mendapatkan data dari tim SAR disana, salah satu korban perempuan muda berasal dari Jambi," kata Lutfi. 

Menurut data tim SAR, warga Jambi Korban Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat bernama Liarni, Perempuan tempat tanggal lahir, Solok, 20-00-2001, merupakan mahasiswa. Beralamat di jalan HP Kusuma Gang Bondo IV, kelurahan Sungai Asam Pasar Jambi, Kota Jambi. 

"Tim gabungan menemukan korban kemarin pagi, sampai dibawah (gunung) kemarin sore," kata Lutfi. 

Menurut informasi yang diterima Basarnas Jambi, korban mendaki Gunung Marapi bersama para pendaki lain pada hari Sabtu lalu, (2/12/2023). 

"Korban dari Jambi itu kalo mendaki infonya dari hari Sabtu," ujarnya. 

Setelah berhasil diidentifikasi oleh oleh tim, korban diserahkan kepada pihak keluarga. Namun tidak diketahui pasti apakah korban dikebumikan di Solok atau di Kota Jambi. 

"Sudah diserahkan ( pada keluarga) tapi tidaktau dibawa ke Solok atau Jambi," ungkapnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ayu Ting Ting Bantah Pakai Foundation agar Ketiaknya Putih: Ketek Aku Udah Glowing!

Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Remix Mixtape dan Jungle Dutch 2023 Nonstop, Convert di MP3 Juice Gratis

Baca juga: November 2023 Jambi Inflasi, Ini Faktor Pendorongnya

Baca juga: Siswa SD di Bekasi Korban Bully Temannya Meninggal Dunia, Kaki Diamputasi Karena Kanker Tulang

Artikel ini bersumber dari TribunPadang.com

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved