Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tafsir Mimpi

Arti Mimpi Terbang ke Langit, Pertanda Baik atau Buruk? Ini Penjelasannya

Arti mimpi terbang ke langit dapat ditafsirkan secara positif maupun negatif, tergantung pada konteks mimpi tersebut

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
paralayang kerinci/@jelajahkerinci
Paralayang Kerinci, Nikmati Keindahan Gunung Kerinci di dari Atas langit. 

TRIBUNJAMBI.COM - Arti mimpi terbang ke langit dapat ditafsirkan secara positif maupun negatif, tergantung pada konteks mimpi tersebut.

Tafsir positif

Mimpi terbang ke langit melambangkan kebebasan, kemandirian, dan pencapaian.
Mimpi ini juga dapat berarti bahwa Anda sedang merasa optimis dan percaya diri dengan kemampuan Anda.
Selain itu, mimpi terbang ke langit juga dapat menjadi pertanda bahwa Anda akan mendapatkan kesuksesan dalam hidup, baik dalam karier, hubungan, maupun hal lainnya.

Tafsir negatif

Mimpi terbang ke langit dapat melambangkan kecemasan, ketakutan, atau rasa tidak aman.
Mimpi ini juga dapat berarti bahwa Anda sedang merasa tertekan atau tidak memiliki kendali atas hidup Anda.
Selain itu, mimpi terbang ke langit juga dapat menjadi pertanda bahwa Anda akan mengalami kesulitan atau rintangan dalam hidup.

Mimpi Sebagai Petunjuk

Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.

Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.

Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.  

Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat. 

Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.

Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. 

Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. 
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. “Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved