Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Uskup Padang Hadiri Pertemuan IRRIKA di KBRI Vatikan

Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus R Solichin, SX, menghadiri pertemuan perkenalan Duta Besar LBBP Takhta Suci Vatikan yang berada di Roma.

Tayang:
Editor: Darwin Sijabat
Ist
Suasana pertemuan para rohaniwan rohaniwati yang tergabung dalam IRRIKA di KBRI untuk Tahta Suci, Sabtu (18/11/2023). 

TRIBUNJAMBI.COM - Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus R Solichin, SX, menghadiri pertemuan perkenalan Duta Besar LBBP Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono dengan para rohaniwan-rohaniwati yang berada di Roma.

Pertemuan diselenggarakan di KBRI Takhta Suci Vatikan di Roma pada akhir pekan lalu, Sabtu (18/11/2023).

Tak kurang dari 150 rohaniwan-rohaniwati yang tergabung dalam Ikatan Rohaniwan Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi Roma (IRRIKA).

Saat ini tercatat ada 1568 rohawan-rohaniwati Indonesia di Italia yang ada di berbagai kota.

Salah satu tanggung jawab KBRI Takhta Suci Vatikan adalah mengurusi mereka. Mereka ada yang sedang tugas belajar, ada yang berkarya (di bidang pendidikan, kesehatan, mengurusi panti jompo dan juga anak-anak yatim piatu), dan ada yang berkarya di Vatikan serta menjabat sebagai pimpinan ordo, konggregasi atau tarekat.

Hadir pula dalam pertemuan itu Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Roma, Lefianna H. Ferdinandus dan beberapa stafnya, serta para anggota Dharma Wanita baik KBRI Takhta Suci maupun Roma.

Menghadirkan Indonesia

Dalam pesannya Uskup Vitus mengingatkan agar para rohaniwan-rohaniwati baik yang berkarya maupun belajar, benar-benar menghadirkan Indonesia, wajah Indonesia yang majemuk, yang cinta damai, dan yang toleran.

Baca juga: Kisah Pemuda Asal Pandeglang, Aktivis HMI dan Pemuda Ansor Kuliah di Vatikan: Puasa dan Kuasa Ilahi

Baca juga: Dewas KPK Surati Presiden Jokowi Berhentikan Firli Bahuri, Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan SYL

Baca juga: Dokter Forensik Ungkap Anak Pamen TNI AU Tewas di Pos Lanud Halim: Tusuk, Lalu Bakar Tubuh Sendiri

Dengan kata lain, para anggota IRRIKA harus benar-benar "100 persen Katolik, 100 persen Indonesia", mengutip semboyan yang disampaikan Uskup Agung Semarang Mgr. Albertus Soegijapranata (1896-1963).

Soegijapranata, bagi umat Katolik Indonesia, adalah tokoh yang sangat istimewa. Ia adalah Uskup Agung pribumi pertama di Indonesia (1940).

Di bawah kepemimpinannya seluruh umat Katolik di Jawa menjadi pendukung dan pejuang Republik Indonesia yang masih belia.

Hal yang sama juga ditekankan oleh sesepuh IRRIKA, Romo Agustinus Purnama Sastrawijaya MSF yang sekarang menjabat sebagai Superior Jenderal MSF (Pemimpin Umum Kongregasi MSF).

Dia mengatakan, bahwa ke-Indonesiaan kita harus selalu melekat dalam diri kita dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari, di manapun kita berada.

Dalam bahasa yang lain, Dubes Takhta Suci, mengatakan walau di negeri orang, kita harus tetap menjadi manusia Indonesia seutuhnya.

Diantaranya yakni yang jiwa raganya selalu mengedapankan kesetiakawanan dan solidaritas sosial yang tinggi tanpa harus mematikan hak-hak individu sesuai semangat demokrasi.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved