Sosial
Empat Hari Air PDAM di Kuala Tungkal Tidak Mengalir
Beberapa hari ini air dari PDAM Tirta Pengabuan tidak mengalir sehingga para pelanggan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Penulis: Sopianto | Editor: Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Warga Kabupaten Tanjab Barat kembali mengeluhkan persoalan yang terjadi di PDAM Tirta Pengabuan. Pasalnya beberapa hari ini air tidak mengalir sehingga para pelanggan kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Informasi yang dihimpun ada persoalan sehingga menyebabkan air tak mengalir yakni kolam pembuangan limbah yang membludak alias penuh.
Dirut PDAM Tirta Pengabuan, Feri Jirin Elvianto saat dikonfirmasikan, Senin(20/11) membenarkan bahwa dalam 4 hari air tak mengalir.
"Memang dalam 4 hari kemaren PDAM tidak beroperasi di karenakan kolam penampungan air limbah IPA di Desa Talang Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi sudah penuh oper kapasitas sehingga kita harus mengurasnya perlu waktu," Kata Dirut PDAM Tirta Pengabuan, Feri Jirin Elvianto.
Selain itu, ia juga menuding air Sungai Pengabuan yang menjadi tempat pengambilan air saat ini tengah keruh dan berlumpur.
Kata Dirut, hal itu merupakan kondisi rutin yang terjadi di setiap 4 tahun sekali. Hal ini seakan tidak ada antisipasi dari PDAM Tirta Pengabuan jika hal seperti itu sudah menjadi hal yang rutin.
"Pengolah air bersihnya juga agak repot, akibat air baku sungai yang 4 tahun sekali mengalami kekeruhan lumpur yang luar biasa karena kemarau," ucapnya.
Dirut mengklaim, jika pihaknya akan segera bisa mengoperasikan PDAM seperti semula mengalir ke rumah warga seperti sediakala. Ia meyakini hal itu karena kondisi air sungai akan segera normal.
"Tapi kami yakin akhir bulan ini kondisi sungai akan normal kembali jadi mudah di olah. Kami sudah mengumumkan melalui informasi Humas khusus pelanggan PDAM. Kpd. Yth pelanggan PDAM Tirta Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Harap bersabar kami usahakan hari ini mulai beroperasi lagi," Jelasnya.
Ditanya terkait apakah tidak ada pemeliharaan terhadap kolam limbah sehingga tidak ada antisipasi agar kolam tidak penuh, Feri mengaku pembuangan limbah saat ini merupakan pemeliharaan.
"Pemeliharaan dana PDAM lah yang memeliharanya kolam pembuangan itu ada tiga. Biasa tidak seperti ini karena kondisi alam air sungai yang sangat keru atau berlumpur sehingga kita harus membuangnya setiap kali produksi," ujarnya.
Agar kolam tersebut kembali normal, ia mengaku hari ini pihaknya menurunkan armada berupa alat berat untuk mengangkat lumpur di kolam limbah.
"Hari ini kami menurunkan alat eksapator ampibi untuk menormalkan kolam tersebut," ungkapnya.
Warga Membeli 50 Ribu Per Tedmond
Dampak tidak mengalirnya distribusi air PDAM Tirta Pengabuan membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan, jika di rumahnya tidak memiliki cadangan air bersih. Seperti pengakuan Amir, yang mengaku selama PDAM mati merasa kesulitan mendapatkan air bersih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pemkab-Tanjabbar-bagikan-air-bersih.jpg)