Prostitusi di Payo Sigadung Jambi Kembali Beroperasi, Pengamat Sebut Karena Ada Permintaan

Aktivitas prostitusi di eks Lokasi Payo Sigadung kembali diam-diam kembali beroperasi setelah ditutup Pemerintah Kota Jambi beberapa tahun lalu.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/M Yon Rinaldi
Tim Siginjai Polda Jambi mengamankan sekitar 30 orang dalam razia penyakit masyarakat di eks Lokalisasi Payo Sigadung, Sabtu (18/1/2023) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Aktivitas prostitusi di eks Lokasi Payo Sigadung kembali diam-diam kembali beroperasi setelah ditutup Pemerintah Kota Jambi beberapa tahun lalu.

Terbukti Tim Siginjai Polda Jambi berhasil mengamankan belasan pekerja seks komersial (PSK) saat melakukan razia, Sabtu (18/1/2023) malam.

Pengamat Sosial dari Universitas Nurdin Hamzah, Wenny Ira R mengatakan kembali beroperasinya aktivitas prostitusi di eks Payo Sigadung karena adanya permintaan.

"Adanya pasar untuk bisnis ini, makanya ada penyedia jasa seks komersial ini," ujarnya Minggu (19/11/2023).

Lebih lanjut Wenny  mengatakan kondisi ini terjadi karena Kota Jambi merupakan kota transit yang banyak didatangi oleh para pekerja pertambangan, perkebunan dan pebisnis lain.

"Mereka ini biasanya membutuhkan tempat-tempat seperti ini, di satu sisi Jambi tidak memiliki lokalisasi," ujarnya.

Hal seperti ini membuat bisnis prostitusi beralih ke beberapa bisnis lain sebagai kamuflase seperti panti pijat, karaoke, bar, kos -kostan hingga hotel.

Bahkan semenjak, Payo Sigadung ditutup bisnis prostitusi online cukup meningkat.

Wenny, menceritkan kalau merujuk kota-kota di dunia memang memberikan porsi untuk lokalisasi, bahkan Malaysia ada lokalisasi yang lokasinya jauh dari penduduk.

Namun hal ini agak susah diterapkan di Jambi karena karena jargon adat dan agamanya yang kental.

"Karena Jambi tidak ada lokalisasi maka Pemkot harus punya kebijakan yang tegas mengenai masalah prostitusi ini agar tidak mendekat ke pemukiman penduduk," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 30 pria dan wanita terjaring razia penyakit masyarakat di wilayah eks Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk, Kota Jambi oleh tim Siginjai Polda Jambi. 

Dalam razia itu, 19 orang perempuan dan 11 laki-laki digiring ke Mapolda Jambi, Sabtu (18/1/2023) malam. 

Saat petugas tiba di Pucuk, para wanita yang sedang duduk di depan rumah banyak langsung berlari berhamburan masuk ke dalam rumah, dan mematikan lampu, lari berhamburan menuju salah satu rumah tingkat.

Setelah berhasil masuk, polisi mendapati belasan pria dan belasan wanita berpakaian minim yang ada di dalam rumah tersebut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved