Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 141, Tantangan Pembangunan Indonesia

Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 141, Tantangan Pembangunan Indonesia, Ada beberapa faktor yang menyebabkan Soeharto selalu terpilih kembali men

Tayang:
Penulis: M Fadli | Editor: M Fadli
buku ips
Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 141, Tantangan Pembangunan Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Halaman 141, Tantangan Pembangunan Indonesia

Jawaban:

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Soeharto selalu terpilih kembali menjadi presiden dalam setiap Pemilu yang diadakan selama masa Orde Baru, yaitu:

Posisi militer yang kuat

Soeharto adalah seorang jenderal militer yang memiliki dukungan kuat dari militer. Hal ini memberikannya kekuatan politik yang besar untuk mengendalikan pemerintahan.

Pembatasan kebebasan berpendapat
Pemerintah Orde Baru menerapkan sistem otoriter yang membatasi kebebasan berpendapat. Hal ini membuat Soeharto tidak menghadapi perlawanan dari pihak oposisi yang berarti.

Pemilu yang tidak demokratis
Pemilu yang diadakan selama masa Orde Baru tidak demokratis. Soeharto selalu menjadi calon tunggal dalam setiap pemilu, sehingga kemenangannya sudah dipastikan.

Dukungan dari masyarakat
Soeharto berhasil mendapatkan dukungan dari masyarakat melalui berbagai kebijakannya yang dianggap berhasil, seperti pembangunan ekonomi dan stabilitas politik.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci dari masing-masing faktor tersebut:

Posisi militer yang kuat

Soeharto adalah seorang jenderal militer yang memiliki pengalaman luas dalam bidang militer. Ia memimpin militer Indonesia selama masa Demokrasi Terpimpin dan berhasil memulihkan stabilitas politik setelah peristiwa G30S/PKI. Hal ini membuat Soeharto memiliki dukungan kuat dari militer.

Dukungan militer ini sangat penting bagi Soeharto untuk mempertahankan kekuasaannya. Militer memiliki kekuatan yang besar untuk mengontrol pemerintahan dan menekan oposisi.

Pembatasan kebebasan berpendapat

Pemerintah Orde Baru menerapkan sistem otoriter yang membatasi kebebasan berpendapat. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara, seperti:

Pembredelan media massa
Penangkapan dan penahanan aktivis oposisi
Penyebaran propaganda pemerintah
Pembatasan kebebasan berpendapat ini membuat Soeharto tidak menghadapi perlawanan dari pihak oposisi yang berarti. Oposisi tidak dapat menyampaikan kritiknya secara terbuka, sehingga Soeharto dapat dengan mudah mengendalikan pemerintahan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved