Direktur RSUD KH Daud Arif Akan Cek Masalah Pasien Gagal Operasi

Pihak RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat diduga lalai dalam memberikan dokumen rujukan pasien untuk operasi.

Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. 

TRIBUNJAMBI.COM,KUALA TUNGKAL- Pihak RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) kembali jadi sorotan.

Pihak rumah sakit pelat merah itu diduga lalai dalam memberikan dokumen rujukan pasien untuk operasi.

Akibat kelalaian itu, seorang pasien dari Kuala Tungkal terhambat untuk melakukan operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala mengaku sedang di luar kota dan belum mengetahui pasti apa masalah yang terjadi. 

"Saya kebetulan hari ini lagi dinas ke Jambi, besok saya cek apa masalahnya bang," kata Sahala saat dihubungi tribunjambi.com, Rabu (11/8/2023).

Diberitakan sebelumnya, gegara dokumen rujukan yang tidak dilengkapi dengan penjelasan dokter terkait hasil rontgen yang dilakukan di RSUD KH Daud Kuala Tungkal seorang pasien dari Kuala Tungkal gagal operasi.

Pasien atas nama Fajar Septiadi warga Kuala Tungkal itu kini hanya bisa terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi bahkan kakinya yang mengalami patah akibat kecelakaan mulai membengkak karena tidak bisa ditangani.

Eko Siswono, keluarga pasien yang melakukan pengurusan terkait rekomendasi rontgen tersebut di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal meminta Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) untuk mengevaluasi kinerja para pejabat di rumah sakit.

Pasalnya ia hanya dijanjikan untuk menunggu, sejak pukul 10.30 WIB hingga 14.20 WIB tidak juga ada kejelasan, Rabu (8/11/2023).

Padahal sebelumnya administrasi untuk rujukan termasuk rontgen dan biaya ambulans sudah diselesaikan sekitar Rp 2,9 juta saat akan melakukan rujukan ke Jambi. Meski demikian, pihak keluarga terus diminta menunggu hingga saat ini.

"Tadi kita menanyakan ke bagian Radiologi diminta menunggu sekitar 2 jam dari sekitar pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB katanya dokter yang bisa memberikan keterangan terkait ronsen sedang melakukan USG 6 pasien," kata Eko.

Saat itu juga, keluarga pasien diminta oleh salah satu pegawai untuk meninggalkan nomor hanphone (HP) nantinya dokumen tersebut akan dikirimkan melalui WhatsApp akan tetapi sampai pukul 14.20 WIB tidak kunjung dikirim.

"Mereka janji akan dikirim lewat WA dalam bentuk PDF, tapi sampai jam 14.20 WIB belum juga dikirim," ungkapnya.

Sekitar pukul 14.33 WIB baru dikirim setelah keluarga pasien menanyakan ke Dirut RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala.

Akan tetapi, PDF yang dikirimkan itu ternyata salah nama yang seharusnya Fajar Septiadi menjadi Fajar Saputra. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved