KKB Papua
Kisah 5 Nakes Selamat dari Pembantaian KKB Papua di Yahukimo, Korban: Tiba-tiba Diserang 20 Orang
Lima orang tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pengunungan selamat dari pembantaian KKB Papua.
TRIBUNJAMBI.COM - Lima orang tenaga kesehatan yang bertugas di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pengunungan selamat dari pembantaian KKB Papua.
Kelima orang yang memberi bantuan pelayanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan tersebut mengalami nasib naas.
Mereka menjadi korban dari kelompok separatis pimpinan Elkius Kobak pada Selasa (31/10/2023).
Disana para Nakes tersebut ditugaskan untuk memeriksa kesehatan masyarakat yang dikabarkan mengalami bencana kelaparan di daerah tersebut.

Mereka memeriksa kesehatan warga Amuma sejak Senin (30/10/2023).
Lima tenaga kesehatan itu adalah Angganita Mandowen, dr Danur Widura, Sandi Ransa, Ferdinandus Suweni dan Adrianus Edwardua Harapan.
Ketua Tim Nakes Kemenkes, Angganita Mandowen, mengatakan tujuan mereka ke Amua untuk memberikan pelayanan kesehatan.\
Baca juga: Berita KKB Papua Hari Ini, TNI- Polri Berhasil Duduki Dua Markas KKB di Yahukimo, Pimpinan Elkius
Baca juga: Nabire Papua Diguncang Gempa Hari Ini Senin 6 November 2023, BMKG: di Kedalaman 10 Km
Baca juga: Politisi Golkar: Pohon Beringin Tempat Berteduh, Tahan Geruduk Juga, Sindiran untuk Siapa?
"Kami menumpamg pesawat jenis Pilatus ke Distrik Amuma, untuk memberikan pelayanan kesehatan karena ada informasi mengenai bencana kelaparan," ujar Angganita Mandowen dalam rilis pers diterima Tribun-Papua.com, Senin (6/11/2023).
Penganiayaan terjadi pada pukul 10.00 WIT, Selasa (31/10/2023).
"Tiba-tiba muncul 20 orang KKB menyerang kami, mereka membawa senjata parang dan kapak."

"Saya langsung meminta teman-teman agar masuk kembali dalam Puskesmas. Sayangnya ada teman perawat yakni Adrianus yang panik dan mencoba kabur lewat jendela, sehingga dia yang terlebih dahulu dibacok dan terkena tangan kanannya," ujar Angganita.
Kurang lebih 1 jam KKB menganiaya ara nakes tersebut.
Meski tak ada korban jiwa, namun kelima nakes itu mengalami trauma berat.
"KKB terus menganiaya sambil bertanya apakah tim nakes adalah aparat yang menyamar. Setelah mendapat identitas kami, mereka langsung kabur menuju hutan," ungkapnya.
Baca juga: KKB Papua Kembali Berulah, Kini Bakar Kamp dan Alat Berat Usai Serang Pendulang Emas, 7 Tewas
Angganita menambahkan, mereka dievakuasi ke Distrik Dekai setelah rombongan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli tiba di Distrik Amuma untuk mengecek isu bencana kelaparan.
13 Nakes dan Guru Dievakuasi Pasca KKB Papua Tembak Mati Pilot Selandia Baru |
![]() |
---|
Puncak Jaya Memanas Pasca 3 KKB Papua Ditembak, Warga Mengungsi |
![]() |
---|
Desertir TNI Gabung Jadi KKB Papua, Berujung Ditembak Mati Usai Aksi Pembakaran di Distrik Bibida |
![]() |
---|
Oknum ASN Papua Ditangkap Satgas Damai Cartenz, Diduga Jadi Pemasok Senjata ke KKB |
![]() |
---|
Detik-detik Kontak Tembak dengan Aparat Sebelum OPM Bakar Sekolah dan 12 Kios Warga di Papua |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.