Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pilpres 2024

Kenapa PDIP Tak Berani Memecat Gibran Pasca 'Membelot' dan Jadi Cawapres Prabowo?

PDIP terlihat masih kalem dan belum mengambil tindakan apa-apa, pasca kadernya yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didapuk jadi Cawapres Prab

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
X Gerindra
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka 

TRIBUNJAMBI.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terlihat masih kalem dan belum mengambil tindakan apa-apa, pasca kadernya yakni Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didapuk jadi Cawapres Prabowo Subianto.

Padahal sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah memperingatkan supaya kadernya tidak mendua jelang pemilihan umum dan Pilpres 2024.

Dia juga mengancam kadernya yang bermanuver diluar ketetapan partai.

Terkait kondisi ini Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyebut jika PDIP tidak akan terburu-buru mengambil tindakan pada Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, PDIP memahami posisi Gibran yang merupakan kader yang kuat secara politik.

Baca juga: 3 Promo KFC Hari Ini 24 Oktober 2023, KFC Attack Rp19 Ribuan

Baca juga: Patroli Udara Pantau Titik Panas, Satgas Karhutla Temukan Sembilan Titik Api di Jambi

Baca juga: Lakukan Pengamanan, Eks Kasat Narkoba Lampung Selatan Diupah Rp 8 Juta per Kg Sabu Jaringan Fredy

Sebab Gibran yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo didukung sosok ayahnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), para pendukungnya dan pendukung sang ayah, serta partai politik pengusung Prabowo yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Sedangkan PDI-P bersama partai politik mitra koalisinya juga mengusung capres-cawapres Ganjar Pranowo - Mahfud MD.

Ada 8 partai politik yang bergabung ke dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Mereka adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora Indonesia, Partai Garuda, PRIMA, dan Partai Demokrat.

Menurut Agung, jika Megawati memecat Gibran dari keanggotaan PDIP dikhawatirkan membuka "front" perselisihan dengan Presiden Jokowi.

"Karena jika itu dilakukan maka tak terelakkan 'konflik' terbuka antara Istana dengan PDI-P," kata Agung saat dihubungi pada Senin (23/10/2023).

Agung menilai sikap PDIP yang belum menyampaikan keputusan apapun terkait Gibran kemungkinan sedang menghitung dampak politik terhadap mereka.

Sementara disisi lain, Agung menilai PDIP belum mendapatkan momen untuk menyampaikan sikap politik terhadap Gibran.

Salah satu faktor yang menyebabkan hal itu, kata Agung, karena opini publik pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat batas usia capres-cawapres yang kontroversial dan dianggap menguntungkan Gibran dinilai terlalu elitis dan belum dipahami oleh masyarakat luas.

Baca juga: Lakukan Pengamanan, Eks Kasat Narkoba Lampung Selatan Diupah Rp 8 Juta per Kg Sabu Jaringan Fredy

Baca juga: Indeks Kualitas Udara Jambi Selasa 24 Oktober 2023, Kualitas Udara Membaik Pasca Hujan Turun

"Sehingga untuk 'melawan' istana, energi PDI-P belum cukup solid menimbang kehadiran Gibran turut membelah kekuatan partai berlambang banteng ini," ujar Agung.

Pasangan Prabowo-Gibran dijadwalkan mendaftarkan diri sebagai peserta pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (25/10/2023) mendatang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved