Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 178-179, Kurikulum Merdeka

Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 178-179.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Istimewa
Aktivitas belajar mengajar di sekolah 

TRIBUNJAMBI.COM - Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 178-179.

Materi ini tentang  pemahaman akan materi sebelumnya.

Mengingat dan Memahami
1. Jelaskan faktor yang menyebabkan penyebaran penyakit berbasis
lingkungan menjadi lebih mudah tersebar!
2. Mengapa penghijauan hutan yang rusak (reforestasi) merupakan salah
satu cara mengatasi pemanasan global?
3. Seorang ilmuwan sedang mengkultur bakteri Methanobacterium
sp yang akan digunakan sebagai starter (bibit) dalam dua tabung
yang berbeda. Tabung A diberi aliran oksigen murni secara berkala
sedangkan tabung B ditutup rapat. Lalu keduanya dimasukkan ke dalam
reaktor biogas yang berbeda. Dalam reaktor tersebut dipastikan tidak
ada bakteri Methanobacterium sp yang hidup sebelumnya. Menurut
pendapatmu, reaktor manakah yang akan menghasilkan gas metana
paling banyak?
Menalar
4. Perhatikan grafik produksi jagung antara tahun 1960 sampai 2010
berikut!
a. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi jagung?
b. Pada tahun berapakah infeksi patogen menurunkan produktivitas
tanaman jagung?
c. Jelaskan pengaruh kekeringan terhadap produktivitas tanaman jagung?
d. Bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap produktivitas
tanaman jagung?
e. Apa yang akan terjadi terhadap produksi tanaman jagung jika
pemanasan global tidak ditangani secara cermat?

Jawaban

1. Faktor-faktor yang menyebabkan penyebaran penyakit berbasis lingkungan menjadi lebih mudah tersebar adalah:
Perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan, dapat menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan penyebaran patogen.
Perubahan penggunaan lahan, seperti deforestasi dan alih fungsi lahan pertanian, dapat menciptakan habitat baru bagi patogen dan vektor penyakit.
Peningkatan mobilitas manusia dan hewan, seperti perjalanan internasional dan perdagangan, dapat menyebarkan patogen ke daerah baru.

2. Reforestasi merupakan salah satu cara mengatasi pemanasan global karena dapat membantu menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global.
Mengaplikasikan

3. Reaktor B akan menghasilkan gas metana paling banyak. Hal ini dikarenakan bakteri Methanobacterium sp adalah bakteri anaerob, yaitu bakteri yang hidup tanpa oksigen. Dalam tabung A, bakteri Methanobacterium sp akan bersaing dengan bakteri lain yang membutuhkan oksigen. Sedangkan dalam tabung B, bakteri Methanobacterium sp akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa adanya persaingan dari bakteri lain.
Menalar

4.  
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung adalah:

Faktor eksternal:Iklim, seperti suhu, curah hujan, dan kelembaban.
Penyebaran patogen, seperti jamur, bakteri, dan virus.
Bencana alam, seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan.
Faktor internal:Luas lahan.
Varietas bibit.
Pupuk.
Tenaga kerja.
b. Infeksi patogen menurunkan produktivitas tanaman jagung pada tahun 1970, 1980, 1990, dan 2000. Pada tahun-tahun tersebut, terjadi penurunan produksi jagung yang signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi patogen.

c. Kekerasan dapat menurunkan produktivitas tanaman jagung dengan cara mengurangi ketersediaan air dan nutrisi bagi tanaman. Selain itu, kekeringan juga dapat menyebabkan stres pada tanaman, yang dapat meningkatkan kerentanan tanaman terhadap serangan patogen.

d. Perubahan iklim dapat mempengaruhi produktivitas tanaman jagung dengan cara mengubah pola curah hujan dan suhu. Perubahan pola curah hujan dapat menyebabkan kekeringan atau banjir, yang dapat menurunkan produktivitas tanaman jagung. Perubahan suhu dapat mempengaruhi laju pertumbuhan tanaman, yang juga dapat menurunkan produktivitas.

e. Jika pemanasan global tidak ditangani secara cermat, maka produksi tanaman jagung akan semakin menurun. Hal ini dikarenakan pemanasan global akan menyebabkan peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan, yang akan berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman jagung.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman jagung:

Peningkatan suhu dapat menyebabkan tanaman jagung tumbuh lebih cepat, tetapi juga lebih rentan terhadap stres. Stres dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti kekurangan air, nutrisi, dan serangan patogen.
Perubahan pola curah hujan dapat menyebabkan kekeringan atau banjir, yang keduanya dapat menurunkan produktivitas tanaman jagung.
Peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, seperti badai dan gelombang panas, juga dapat menurunkan produktivitas tanaman jagung.
Untuk mengatasi dampak perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman jagung, diperlukan upaya-upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim. Upaya-upaya tersebut antara lain:

Penggunaan energi terbarukan, seperti energi matahari dan angin, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Penggunaan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, seperti pertanian organik, untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim.
Pengembangan varietas tanaman jagung yang tahan terhadap perubahan iklim.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved