Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

BNPB Lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca di Dua Titik di Jambi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akan melakukan aktivitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Provinsi Jambi.

Tayang:
Penulis: A Musawira | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi/Muzakkir
Helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan di Desa Mudung Darat, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akan melakukan aktivitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Provinsi Jambi.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi, Ariansyah mengatakan, TMC akan dilakukan di dua daerah.

“TMC dari BNPB sebanyak dua titik, pertama di wilayah barat dan wilayah timur Jambi,” sebutnya, Rabu (4/10/2023).

Dengan begitu, kata Ariansyah, diprediksikan mulai besok (hari ini,red) akan ada hujan buatan seandainya TMC yang dilakukan tim berhasil.

Sementara itu kata Ariansyah, helikopter patroli sudah 156 kali mengudara di langit Jambi. Jumlah tersebut terhitung dari 15 Juni hingga 2 Oktober 2023 atau selama 110 hari.

Helikopter bantuan BNPB dan swasta itu mengudara untuk memonitoring titik panas dalam penanganan karhutla.

Masing-masing jenis helikopter dengan tipe EC 130 B4 sebanyak 65 kali sortie, AS35 F1 sebanyak 80 kali sortie dan Cessna C208B sebanyak 11 kali sortie.

Sedangkan luasan lahan terbakar di wilayah Provinsi Jambi bilang Ariansyah, pada puncak musim kemarau ini sampai dengan Selasa (3/10/2024) mencapai 1.025 hektare.
Di mana penambahan yang cukup drastis baru-baru ini mencapai 107 hektare.

Menurut laporan yang didapat, Satgas Karhutla mencatat penambahan luasan lahan terbakar tersebut terdapat di Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, seluas 100 hektare.

Desa Muntialo Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 0,4 hektare. Desa Bungku Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari seluas 2 hektare, dan Desa Lubuk Kepayang Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun 0,5 hektare.

Berikutnya, di Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin seluas 0,02 hektare, Desa Balai Rajo, Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo seluas 4 hektare dan Desa Lubuk Kepayang Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun seluas 1 hektare.

Ia mengatakan luasan lahan terbakar ini diimpun dari laporan Sub Satgas Darat berdasarkan pengamatan perkiraan luas secara fisik.

Ariansyah menuturkan jika dibandingkan bencana karhutla pada 2019 dan 2015, pada tahun ini mitigasi dan pelaksanaan tugas Satgas Karhutla Jambi, sudah sangat baik. Mampu mereduksi dan mencegah timbulnya bencana karhutla.

“Munculnya asap dari wilayah Jambi sangat terkendali dan tidak menimbulkan bencana. Adanya kabut asap di wilayah udara Jambi, lebih disebabkan karena adanya pergerakan asap Karhutla dari wilayah lain, khususnya dari Sumsel. Mengingat gerakan angin berasal dari selatan menuju utara,” jelasnya. 

Baca juga: Semaikan Garam Pakai Pesawat Cessna C208, TMC Rekayasa Hujan di Jambi

Baca juga: Jambi Masuk Prioritas Penanganan Karhutla, Ini yang Bakal Dilakukan BNPB

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved