Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jambi Masuk Prioritas Penanganan Karhutla, Ini yang Bakal Dilakukan BNPB

Langkah mitigasi telah dilakukan untuk mencegah agar karhutla tidak terjadi sebesar 2015 dan 2019 lalu

Tayang:
Editor: Rahimin
Tribunjambi/Musawira
Letjen TNI Suharyanto kunjungan kerja ke Provinsi Jambi melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jambi karhutla di auditorium Rumah Dinas Gubernur. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun ini akan maksimal dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Agar ttidak terjadi karhutla besar pada 2015 dan 2019, BNPB sudah melakukan berbagai langkah.

Bahkan, BNPB sudah menetapkan  enam provinsi yang prioritas dalam pencegahan karhutla.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bilang, pemerintah telah melakukan langkah pencegahan terjadinya karhutla pada 2023 ini.

Langkah mitigasi telah dilakukan untuk mencegah agar karhutla tidak terjadi sebesar 2015 dan 2019 lalu.

"Kita juga waspada terkait dengan kebakaran hutan dan lahan. Bagaimana pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya yang menjadi catatan kurang baik kita adalah pada 2015 dan 2019. Di mana karhutla sangat besar dan luas. 2023 ini jangan sampai itu terjadi. Maka kami menyiapkan mitigasi terhadap Karhutla ini," ujar Suharyanto dalam webinar FMB9: Waspadai Dampak El Nino, Senin (31/7/2023).

Pemerintah, kata Suharyanto, menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla.

Penetapan enam provinsi sebagai wilayah prioritas karhutla tersebut berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2020.

"Di Sumatera ada 3 Provinsi, yaitu yang pertama di Sumatera Selatan, di Riau, dan Jambi. Di Kalimantan juga ada tiga provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah," kata Suharyanto.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan gelar apel kesiapan dan kesiapsiagaan di di provinsi-provinsi ini.

Dalam menghadapi karhutla, kata Suharyanto, yang terpenting adalah penyiapan operasi darat.

"Pasukan pasukan darat sudah diaktifkan kembali, disiagakan kembali mengingat 3 tahun terakhir ini relatif kebakaran hutan dan lahannya relatif kecil," pungkasnya.

Selain itu, perlengkapan penanganan karhutla juga sudah mulai diaktifkan kembali dan ditambah dengan yang baru.

Jambi Buat 59 Pos Pemantauan

Sementara, Satgas karhutla Jambi telah membuat 59 pos pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pos tindakan terdiri dari 10-20 orang personel dilapangan se-Provinsi Jambi, agar lebih dekat menjangkau lokasi rawan kebakaran.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved