Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian 1 Oktober 2023 - Belajar dari Sejarah Masa Silam

Bacaan ayat: Matius 23:37 (TB) "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian 1 Oktober 2023 - Belajar dari Sejarah Masa Silam

Bacaan ayat: Matius 23:37 (TB) "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Yerusalem mempunyai sejarah panjang ketika disebut sebagai Kota Allah. Sebuah kota dimana Bait Allah berdiri megah pada masa silam.

Bait Allah yang didirikan oleh Raja Salomo, menjadi simbol kehadiran Allah di bumi.

Meskipun Raja Salomo pun sadar bahwa kemuliaan Allah tidak mungkin terwakili oleh apapun termasuk bangunan Bait Allah.

Meskipun demikian, ia memohon agar setiap umat yang datang menyembah dan berdoa di tempat tersebut, Allah mendengarkan permohonannya. Kemegahannya bertahan beberapa abad.

Sampai akhirnya gejolak politik membuat bangunan tersebut dihancurkan oleh musuh. Umat terbuang sebagai bangsa yang kehilangan identitas diri.

Namun hati terlanjur melekat pada Yerusalem, Kota Allah. Setelah tujuh puluh tahun, kesempatan membangun datang.

Upaya keras membangun dilakukan. Sebuah bangunan cukup megah berdiri, namun tidak sebanding dengan kemegahan yang pertama. Inilah Bait Allah kedua.

Beberapa abad bertahan, sampai akhirnya kembali rata dengan tanah pada sekitar tahun 70 M.

Faktanya, kemegahan tersebut tidak berbanding lurus dengan fungsi dan maknanya. Dalam setiap masa, berita tentang hadirnya Mesias dikumandangkan. Pengharapan akan keselamatan diperdengarkan.

Bait Allah menjadi tempat yang berotoritas menyuarakan pesan tersebut dari masa ke masa. Sayangnya, para nabi sebagai pembawa kabar baik justru mengalami persekusi.

Di tempat yang disebut sebagai Kota Allah yang Mulia, mereka harus mengalami kematian yang tragis. Itulah yang menjadi konteks Yesus meratapi Yerusalem. "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau."

Nampaknya umat terlanjur melekatkan imannya pada kemegahan bangunan dan mengkultuskan tempat yang disebut sebagai Rumah Tuhan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved