Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kronologi Munculnya Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI

Kronologi Gerakan 30 September 1965, yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau kerap dikenal dengansebutan G30S/PKI atau G-30-S PKI.

Editor: Suci Rahayu PK
Harian Kompas
Harian Kompas 6 Oktober soal Peristiwa G30S 

TRIBUNJAMBI.COM - Kronologi Gerakan 30 September 1965, yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau kerap dikenal dengan sebutan G30S/PKI atau G-30-S PKI.

G-30-S PKI adalah suatu pengkhianatan yang paling besar yang terjadi pada bangsa Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi di malam hari, tepatnya pada pada pergantian dari tanggal 30 September ke 1 Oktober.

Tragedi ini melibatkan Pasukan Cakrabirawa dan juga Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Gerakan tersebut dipimpin langsung oleh DN Aidit yang saat itu adalah ketua dari PKI atau Partai Komunis Indonesia.

Baca juga: Isu Kudeta Presiden Soekarno oleh Dewan Jenderal Jadi Pemicu Peristiwa G30S PKI

Baca juga: Jelang Peringatan Peristiwa G30S/PKI, Jenderal Jadi Korban Kekejaman PKI

Kronologi G-30-S PKI

G-30-S PKI terjadi pada masa pemerintahan Presiden Soekarno yang menjalankan sistem “Demokrasi Terpimpin”.

PKI, sebagai partai Stalinis terbesar di luar China dan Uni Soviet, memiliki jumlah anggota yang sangat besar.

Selain itu, PKI juga mengontrol gerakan serikat buruh dan gerakan petani di Indonesia. PKI memiliki lebih dari 20 juta anggota dan pendukung yang tersebar di berbagai daerah.

Pada Juli 1959, parlemen dibubarkan dan Soekarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden dengan dukungan penuh dari PKI.

Soekarno juga memperkuat angkatan bersenjata dengan mengangkat para jenderal militer ke posisi yang penting.

PKI menyambut baik sistem “Demokrasi Terpimpin” dan percaya bahwa mereka memiliki mandat untuk berkonsepsi dalam aliansi Konsepsi Nasionalis, Agama, dan Komunis (Nasakom).

Akan tetapi, kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan gerakan independen kaum buruh dan petani tidak berhasil memecahkan masalah politik dan ekonomi yang mendesak.

Masalah ekonomi seperti penurunan pendapatan ekspor, penurunan cadangan devisa, inflasi yang tinggi, dan korupsi birokrat dan militer menjadi semakin merajalela.

Tak hanya itu, PKI juga menguasai banyak organisasi massa yang dibentuk oleh Soekarno untuk memperkuat dukungan bagi rezim Demokrasi Terpimpin.

Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Hutan dan Lahan di Mudung Darat Sejak Kemarin Hingga Saat Ini Belum Padam

Baca juga: 12 Jam Lebih KPK Geledah Rumdin Mentan Syahrul Yasin Limpo

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved