Berita Jambi
Provinsi Pertama Jadi Pilot Project, Jambi Punya Potensi Perdagangan Karbon
Provinsi Jambi, memiliki potensi untuk mengurangi gas rumah kaca, dalam konteks perdagangan karbon.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi, memiliki potensi untuk mengurangi gas rumah kaca, dalam konteks perdagangan karbon.
Potensi tersebut juga akan mendatangkan potensi ekonomi dari perdagangan karbon melalui bursa karbon.
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk perdangan karbon di Provinsi Jambi, dengan menyiapkan regulasi yang dibutuhkan. Baik untuk strategi maupun pembagunan berkelanjutan.
Selian itu, Pemprov Jambi juga telah menyusun peta jalan ekonomi hijau dan pertumbuhan ekonomi Hijau.
“Kita memiliki alam yang di dalamnya ada karbon yang luar biasa dan itu hari ini mahal harganya. Meskipun kita sekarang tidak menyangkal udara seperti apa, tapi dengan teknologi itu bisa diminimalisir,” terangnya.
“Oleh karena itu, kita syukur itu semua. Kita Jambi termasuk provinsi yang pertama yang menjadi pilot project,” timpalnya.
Untuk menuju ke perdagangan karbon itu, Al Haris menegaskan Pemprov Jambi telah mempersiapkan regulasi. Di antaranya dalam RPJMD provinsi Jambi tahun 2021-2026, yang diintegrasikan dengan pembangunan rendah karbon yang merupakan salah satu strategi transisi menuju pembangunan berkelanjutan.
Pemprov Jambi juga telah menyusun master plan atau rencana induk jalan pertumbuhan ekonomi hijau provinsi Jambi tahun 2021-2045 serta didukung degan peraturan daerah nomor 4 tahun 2023 tentang rencana pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Jambi.
“Agar nanti ke depan pondasi ini kita bangun dan Insya Allah kami siap dengan OJK, dengan teman-teman lain nanti berkolaborasi untuk bagaimana kita bisa menjual karbon kita ini dan ini punya nilai tawar luar biasa,” ujar Al Haris.
"Karbon merupakan peluang bisnis yang besar, karena Jambi punya hutan yang luas dan alam masih terjaga dengan baik. Sehingga pelung bisnis ini sangat besar. Apa lagi ketika karbon punya harga jual," bebernya, kemarin.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Mahendra Siregar, mengatakan, Provinsi Jambi adalah provinsi penting dalam konteks pengurangan gas rumah kaca. Karena keberadaan sumber daya alam yang luar biasa
Potensi untuk dikembangkan di perkuat dalam rangka pengurangan emisi karbon. Untuk itu, pihaknya siap membantu Pemprov Jambi dalam mendapatkan manfaat ekonomi dalam perdagangan karbon.
OJK memberikan pelatihan mengenai registrasi, sertifikasi hinga menjaga kualitas.
"Kami akan menyiapkan pelatihan dalam bentuk-bentuk meningkatkan kualitas penjualan karbon," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, pemilihan provinsi dan kota termasuk Jambi dalam penyelenggaraan seminar terkait perdagangan karbon karena terbukti sebagai sumber yang dapat mengurangi emisi karbon.
Satresnarkoba Polresta Jambi Tangkap WN, Amankan 7 Paket Sabu dari Kotak Rokok hingga Lipatan Baju |
![]() |
---|
Terminal Rawasari Jambi Kini Hidup Kembali, Jadi Pusat Festival dan Kegiatan Warga |
![]() |
---|
Bandel PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Jambi Nekat Berjualan Meski Sudah Ditertibkan |
![]() |
---|
Trans Bahagia Jadi Sarana Edukasi Anak TK di Kota Jambi |
![]() |
---|
Gubernur Jambi Terima BAZNAS Awards 2025, Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Zakat Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.